Ada Kasus “Telur Wajan dan Bansos Kemensos”, YEW Ingatkan Pilih Pemimpin Kredibel

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kasus-kasus dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) mencuat di Sleman dan Gunungkidul beberapa hari terakhir. Situasi tersebut menghangatkan dinamika di masa tenang pemilihan kepala daerah (pilkada) yang pencoblosannya dilaksanakan 9 Desember ini.

Hal tersebut turut mendapat sorotan dari lembaga independen, Yogyakarta Executive Watch (YEW). Fajar Mulya, Direktur Eksekutif YEW meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tegas menindak dugaan pelanggaran yang menyita perhatian publik beberapa hari terakhir. Meski pencoblosan tinggal menyisakan satu hari, namun kasus-kasus tersebut diminta tetap ditangani agar menemui titik terang.

“Program bansos yang dilaksanakan Kemensos ada masalah korupsinya dan saat ini sedang ditindak KPK. Kami berharap siapapun yang melakukan korupsi, merugikan keuangan negara untuk dihukum seberatnya. Sikap YEW jelas, agar siapapun yang terlibat dijerat sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak ingin bansos dimanfaatkan oleh pasangan calon kepala daerah untuk kepentingan sendiri, menarik suara dalam pilkada 2020 ini. Terkait adanya pembagian wajan dan telur di Gunungkidul dan bansos Kemensos di Sleman, kami minta Bawaslu menindaklanjuti karena itu pelanggaran hukum pilkada,” ungkapnya dalam keterangan resmi di depan wartawan, Selasa (8/12/2020).

BERITA REKOMENDASI