Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp 2 M

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Otoritas Bandara Internasional Adisutjipto berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster Rabu (31/05/2017) lalu. Baby lobster yang ditaksir bernilai tak kurang Rp 2 miliar dipastikan menyalahi aturan peredaran dan rencananya bakal dikirim ke Batam Kepulauan Riau.

General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama kepada wartawan Jumat (02/06/2017) mengungkap upaya penyelundupan baby lobster tersebut dilakukan oleh Mur (36) warga asli Lumajang, dan Yoh Tan (27) warga Batam. Dikatakan Pandu, tersangka Mur membawa 19 kantong yang didalamnya terdapat 8474 ekor bibit, sementara Yoh Tan membawa 10 kantong plastik dengan jumlah bibit yang terhitung sebanyak 4460 ekor.

"Keduanya membawa baby lobster yang dimasukkan dalam plastik dan diselipkan di antara pakaian di tas ranselnya dengan tujuan penerbangan ke Batam. Saat melalui penjagaan, petugas curiga hingga kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan dan ditemukan baby lobster tersebut," ungkapnya.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Kelas I Yogyakarta, Suprayogi menambahkan peredaran lobster sebenarnya sudah diatur dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 56 tahun 2016. Namun, upaya peredaran yang dilakukan dua tersangka yang diduga kurir tersebut menyalahi aturan lantaran ukuran panjang karapas kurang dari delapan sentimeter dan berat kurang dari 200 gram per ekor.

"Kami pastikan ilegal karena ukurannya jauh di bawah standar. Kami lakukan penelusuran jaringan dan kemungkinan memang bibit didapatkan dari wilayah Jawa Timur atau Cilacap Jawa Tengah. Kalau ditaksir memang bisa mencapai Rp 2 miliar nilainya," tegas Suprayogi.

Meski hanya sebagai kurir namun kedua tersangka bisa dijerat dengan pasal 31 ayat 1 UU no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta. Suprayogi mengingatkan pada siapapun yang berusaha bermain-main untuk mencoba menyelundupkan hal serupa agar mengurungkan niat dan berpikir berulang kali.

Upaya penyelundupan semacam ini merupakan kali kedua selama dua bulan terakhir. Sebelumnya pada 28 April, pihak otoritas bandara juga mengamankan dua orang penyelundup yang mambawa 22 kemasan kain kasa berisi bibit lobster dengan jumlah lebih dari 8000 ekor. Seluruh barang sitaan kini dilepaskan di pantai kawasan Gunungkidul. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI