‘Capres’ Nomor Urut 10 ‘Kampanye’ di Yogya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Capres fiktif nomer urut 10, Nurhadi memanfaatkan waktu untuk ‘berkampanye’ di Yogya, Selasa (26/03/2019). Nurhadi datang tanpa didampingi oleh pasangan cawapresnya yakni Aldo. Kedatangan Nurhadi di Yogya ini bukannya membahas soal pemenangan pemilu, namun capres yang diusung oleh Koalisi Indonesia Tronjal Teronjol Maha Asik ini mengajak masyarakat untuk tetap santun dan cerdas serta turut mensukseskan hajat lima tahunan negara ini.

Nurhadi yang berpasangan dengan Aldo sehingga jika disingkat menjadi nama ‘Dildo’ ini mengatakan, walau menjadi ‘capres’ namun ia meminta masyarakat untuk tidak memilih dirinya. Pria berkumis ini menegaskan kepada pendukungnya untuk tetap memilih capres dan cawapres yang telah disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Joko Widodo – Maruf Amin atau Prabowo Subiyanto – Sandiaga Uno.

"Bagi goput, jangan salahkan pemimpin yang sudah disahkah setelah 17 April besok. Kamu sendiri tidak memilih untuk menentukan lima tahun kedepan," kata Nurhadi yang disambut tepuk tangan para pendukung Dildo.

Dalam kesempatan ini Nurhadi mengungkapkan kesediaannya menjadi ‘capres’ lantaran ingin menyejukan suasana selama pemilu agar tidak tegang. Dengan gurauan serta humor yang dibawakan Dildo, Nurhadi berharap masyarakat tetap bersatu dan tak terpecahbelah meski beda pilihan.

Nurhadi juga mengungkapkan alasanya pasangan Dildo memilih nomor urut 10 sebagai capres – cawapres fiktif. Angka 1 (satu) menurutnya melambangkan Tuhan, sedangkan 0 (nol) mengartikan ikhlas.

“Iklas menerima segala kondisi, tapi mau maju untuk sukses. Saya doakan semoga yang hadir di sini semuanya sukses-sukses seperti saya," tutur Nurhadi dengan gurauan khasnya.

Dalam ‘kampanye’ ini turut hadir pula ‘ketua tim sukses’ (timses) pasangan capres – cawapres guyonan ini yakni Edwin yang tak lain juga kreator dibalik lahirnya sosok Dildo. Edwin mengaku walau telah memunculkan tokoh Dildo, namun ia mengaku baru dalam ‘kampanye’ di Yogya ini bisa bertatap muka langsung dengan Nurhadi.

"Iya betul untuk pertama kalinya saya ketemu Pakde (sapaan Nurhadi), ya karena belum pernah ketemu. Kita komunikasinya by handpone aja karena belum ada infestor yang bisa mempertemukan kami," kata Edwin.

Menurutnya sosok Dildo sebagai capres – cawapres rekaan diciptakan oleh delapan anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam di panggung politik tanah air. Pasangan ini selalu ditampilkan dengan sosoknya yang jenaka, polos dan asal ngomong sehingga memancing rasa humor di tengah masyarakat. (Ive)

BERITA REKOMENDASI