“Smartphone” Jangan Hanya Untuk Cari Hiburan

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bakti Kominfo menggelar diskusi publik bertema Peningkatan Produktivitas di Era Digital, Sabtu (30/11/2019) di Merapi-Merbabu Hotel. 200-an peserta dari berbagai elemen masyarakat turut menjadi peserta dengan narasumber berkompeten yang dihadirkan seperti Iffah M Dewi owner Batik Sogan, Sukamta Anggota DPR RI dan Gun Gun Siswadi tenaga ahli redesain USO Kementrian Kominfo. 

Iffah mengungkap saat ia merintis usaha batiknya, kesulitan besar dihadapi saat karyanya sulit dipasarkan. Biaya sudah dihabiskan untuk mengikuti berbagai pameran di banyak daerah namun hasil yang didapatkan belum maksimal. 

“Baru pada 2009 saya dikenalkan media sosial Facebook oleh rekan, lalu saya coba pasang di sana karena saat itu stok saya banyak sekali yang belum laku. Intinya biar saya bisa balik modal saja, biar habis saja stoknya. Tapi ternyata dalam seminggu waktu itu malah saya bisa jualan dan dapat Rp 20 juta, benar-benar kaget karena kerja hanya dari kamar saja konek internet,” ungkap Iffah. 

Dari situ ia menyadari bahwa perkembangan dunia digital harus diikuti oleh mereka yang ingin berbisnis. Marketing online pun ditangani dengan rapi hingga saat ini Batik Sogan milik Iffah bisa mempekerjakan 70 lebih karyawan. 

“Dulu saya hanya punya 3 tapi sekarang sudah 70-an dan 20 diantaranya adalah teman-teman difabel. Saya sangat bahagia bisa membawa manfaat untuk lebih banyak orang dengan karya yang saya buat. Salah satu faktornya karena dunia digital, berjualan secara online,” ungkapnya lagi. 

Sementara anggota DPR RI Komisi I Sukamta yang memang konsern untuk ikut memaksimalkan sumber daya manusia khususnya di DIY menyebut sudah saatnya masyarakat baik tua maupun muda menggunakan teknologi untuk hal produktif. Menurut dia, peluang untuk meraih kesejahteraan ekonomi di era digital masih sangat terbuka dan masyarakat Indonesia harus bisa memanfaatkan. 

“Sudah ada banyak contoh cerita sukses dari orang yang produktif di dunia digital, mulai yang dagang kaki lima sampai UMKM dan usaha yang masuk kategori besar. Kami berharap inspirasi seperti yang disampaikan Mbak Iffah ini bisa diilhami oleh masyarakat lebih banyak dan bisa meraih kesejahteraan ekonomi. Ada peluang dan harus kita yang ambil,” tandas Sukamta. 

Terkait infrastruktur yang menjadi barang wajib untuk memasuki dunia digital, Sukamta menyatakan hal tersebut adalah urusan pemerintah yang saat ini sudah hampir menyelesaikan proyek Palapa Ring. Meski diakui masih ada beberapa kekurangan namun Sukamta optimis masyarakat DIY khususnya bisa menggunakan kemajuan digital untuk hal produktif. 

“Asal kita mau berbenah saja, jangan lagi orang-orang tua misalnya menggunakan smartphone untuk hiburan saja, nanti termakan hoax dan berita bohong saja, tapi bisa belajar bagaimana misalnya berjualan atau memasarkan produk melalui online. Kalau anak-anak muda terutama milenial mayoritas menurut saya sudah paham dengan segala disrupsi dan perubahan berbagai peran dalam hidup, namun tetap harus terus diingatkan agar bisa maksimal,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA TERKAIT