Air Selokan Mataram Belum Bisa Dinikmati Petani

Editor: Ivan Aditya

DEPOK, KRJOGJA.com – Pascapenutupan pintu air flushing Grojogan di Dusun Sanggrahan Maguwoharjo Depok, Senin (03/02/2020), air di Selokan Mataram belum juga bisa dinikmati para petani. Padahal air sangat dibutuhkan karena sudah memasuki masa tanam dan pemupukan pertama.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengatakan, setelah ditutup Senin kemarin, air belum juga mengalir ke Kalasan. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal. Termasuk curah hujan yang masih terbilang rendah saat ini.

“Kalau dilihat debit air di Karangtalun itu cukup besar. Namun banyak yang membendung air secara ilegal sehingga air tidak mengalir hingga hilir,” jelasnya.

Janu dan para petani berharap air segera mengalir. Apalagi dalam waktu dekat, petani sudah memasuki masa tanam dan jadwal pemupukan pertama. Pemupukan pertama sangat mempengaruhi tanaman padi.

Sehingga jika dalam kurun waktu dua minggu tidak mendapatkan air, sangat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. Bahkan tidak menutup kemungkinan petani bisa mengalami gagal panen.

“Setelah Grojogan, pipa yang di Onggomertan Maguwoharjo juga sudah ditutup dengan cara disemen. Kami (para petani) berpikir positif, mungkin pintu air yang lain ditutup untuk pembenahan jaringan di Selokan Mataram,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono mengaku akan menyediakan sumur pompa dan kincir bagi para petani ikan di sekitar pintu flushing air Grojogan.

Namun karena tahun anggaran sudah berjalan, akan diusulkan ke anggaran perubahan. Sehingga dengan kebijakan penutupan pintu flushing air di Grojogan, pihak dinas juga memberikan solusi bagi para petani ikan. “Jika hasil evaluasi BBWSSO menyatakan airnya cukup, akan dipertimbangkan, kelompok perikanan juga akan mendapatkan jatah air dari Selokan Mataram,” ungkapnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI