Akademisi UGM Minta Publik Kawal UU Cipta Kerja, K-Popers Turun Gunung

Sementara, pakar hukum tata negara UGM, Zaenal Arifin Mochtar juga menyampaikan proses formil pengesahan UU ini bermasalah karena tidak ada partisipasi publik. Bahkan menurut Uceng, anggota DPR dalam pengesahannya tidak mendapatkan draft terakhir sehingga mereka tidak bisa memberikan komentar.

“Belum lagi DPR mengembalikan kepada pemerintah untuk menandatangani UU ini yang dikhawatirkan akan mengulangi masalah seperti UU Pemilu lalu, ketika ada pasal-pasal selipan yang masuk. Anggota DPR harus lihat baik-baik, jangan-jangan setelah tahapan persetujuan masih ada sinkronisasi, ada titipan seperti yang ada di UU Pemilu yang kita kawal itu,” tegasnya.

Uceng berharap ada tekanan publik yang kuat terhadap UU Cipta Kerja ini meski muncul pesimistis hal tersebut berdampak signifikan terhadap UU dengan akhir judicial review. “Tapi, pengawalan ini tetap penting, harus dilakukan karena sebelumnya sudah banyak legislasi bermasalah yang dibuat oleh DPR dan pemerintah kita tahu seperti UU KPK, UU MK, dan UU Minerba,” sambung dia.

Di sisi lain, gelombang penolakan pada UU Cipta Kerja terus bermunculan salah satunya melalui lini massa media sosial. Bahkan, penggemar K-Pop pun kini mulai turun menyatakan opini politiknya, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Salah satu akun @ustadchen yang dikenal merupakan salah satu K-popers turut angkat mencuit yang lantas menjadi viral di lini massa. Ia membuat thread yang tersebar luas dan menjadi perhatian K-Popers di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Cuitan Senin malam kemarin mendapat begitu banyak respon yakni 36 ribu like, 9 ribu retweet dan 418 reply. Bak bola salju, gelindingan @ustadchen semakin membesar bahkan di akun @iniardhike yang menyatakan K-Popers memiliki kekuatan luar biasa dan telah terbukti di Amerika.

“Gimanapun K-Popers harus tahu permasalahan di negeri ini. Aku yakin kekuatan kalian tu ga main-main kog. K-Popers di Amerika aja bisa ngobrak-abrik kampanye Trump,” cuit @iniardhike yang mendapat respon 5682 reply, 11.900 retweet dan 31.500 like di Twitter. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI