Akhir Januari 2022, Belanja APBN DIY Dinilai Cukup Bagus

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Realisasi belanja negara di DIY mencapai Rp1,12 triliun atau 5,13 persen target APBN sampai dengan akhir Januari 2022. Belanja Negara diupayakan terus berakselerasi untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Selaras dengan kinerja APBN Nasional, kinerja APBN di DIY di awal tahun ini dinilai cukup bagus.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY Arif Wibawa menyampaikan realisasi belanja negara di DIY sampai dengan akhir Januari 2022 terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp249,67 miliar atau 2,11 persen target APBN dan TKDD sebesar Rp 867,47 miliar atau 8,71 persen. Realisasi belanja K/L tumbuh negatif 59,19 persen (yoy), terdiri dari realisasi belanja pegawai Rp232,05 miliar (4,97 persen), belanja barang Rp17,58 miliar (0,42 persen) dan belanja modal Rp62,85 juta (0,002 persen).

“Belanja K/L antara lain dimanfaatkan pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional K/L, program kegiatan K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta bantuan sosial. Kinerja penyerapan bulan-bulan berikutnya diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi pelaksanaan berbagai program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” tutur Arif di kantornya, Jumat (25/02/2022).

Arif menuturkan APBN menjadi pelindung dari masyarakat terhadap pressure dari energi dan dari sisi kesehatan. Ini menggambarkan APBN berperan penting sebagai instrumen pelindung masyarakat, karena guncangan dunia yang masih terjadi dari berbagai segi, seperti kesehatan akibat merebaknya virus varian omicron, harga komoditas akibat geopolitik dan recovery tidak merata, serta kompleksitas dari kenaikan suku bunga global.

“Penyaluran TKDD di wilayah DIY sampai dengan 31 Januari 2022 mencapai Rp 867,47 miliar atau 8,71 persen dari target APBN DIY 2022 sebesar Rp9,96 triliun. Penyaluran TKDD Januari 2022 ini tumbuh negatif 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Arif menyatakan realisasi belanja APBD DIY mencapai 1,95 persen dari pagu perlu diakselerasi, mengingat realisasi pendapatan daerah telah mencapai 8,13 persen. Surplus APBD berdampak pada peningkatan posisi dana Pemda di Bank.

Dari sisi penerimaan negara, realisasi yang dibukukan mencapai Rp412,22 miliar atau meningkat 18,44 persen (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari penerimaan perpajakan mencapai Rp 377,06 miliar, tumbuh 18,01 persen (yoy). Penerimaan Bea dan Cukai mencapai Rp 38,96 miliar, tumbuh signifikan utamanya didukung membaiknya penerimaan Cukai.

Sementara itu realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp35,17 miliar atau 1,61 persen dari target, tumbuh 23,21 persen (yoy) yang didukung oleh membaiknya komponen PNBP Lainnya. “Diharapkan kerja keras APBN terus berlanjut agar dapat berperan secara optimal, sehingga arah kebijakan ekonomi dapat tercapai dan tetap sejalan dengan upaya konsolidasi fiskal di 2023,” pungkas Arif. (Ira)

BERITA REKOMENDASI