Aksi Kolaboratif Bangkit dari Pandemi Bersama Soprema 2020

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Webinar bertajuk ‘Youth 5.0: Untung Rugi Sociopreneur di Era Kolaboratif untuk Bangkit dari Pandemi’ membuka gelaran Soprema 2020, Kamis (1/10/2020). Webinar mengusung konsep Youth 5.0 karena Soprema ingin mengarusutamakan peran, kontribusi serta kolaborasi pemuda dalam menghadapi tantangan yang ada melalui aksi sebagai sociopreneur.

Ketua Soprema 2020 Hempri Suyatna mengatakan, gagasan Youth 5.0 ini muncul untuk merespon ketakutan, keresahan dan tantangan hidup berdampingan dengan Covid-19. “Maka dari itu, Youth 5.0 digunakan sebagai istilah untuk mempersiapkan strategi transisi dunia kewirausahaan sosial di era revolusi 4.0 menuju 5.0,” katanya.

Webinar menghadirkan pembicara lain, Asdep Kewirausahaan Pemuda Kementerian dan Olahraga Imam Gunawan, Fatin Naufal, CEO Widya Edu dan Denok Marty, tukang sampah intelektual.

Fatin Naufal menyampaikan, menjadi sociopreneur wajib hukumnya untuk dapat melihat masalah sebagai peluang, karena dalam berwirausaha bukan yang paling cerdas atau yang paling pintar lah yang mampu bertahan, melainkan mereka yang yang bisa adaptif dengan kondisi yang ada.

Denok Marty menambahkan, selain adaptif terhadap teknologi, strategi kolaboratif menjadi sangat sangat penting untuk diterapkan saat ini. Sebab, menjadi wirausaha sosial bukan melihat keuntungan dari seberapa materi yang kita dapatkan namun seberapa besar efek yang ditimbulkan dari aksi menjadi sociopreneur.

BERITA REKOMENDASI