Ali Charisma dan Itang Yunasz Tampilkan Karya Terbaik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Desainer kenamaan Indonesia, Ali Charisma ikut menyemarakkan gelaran 'Mixology' hari pertama di Atrium Plaza Ambarrukmo, Jumat (23/03/2018). Ali, desainer asal Bali yang kerap tampil di berbagai parade busana tingkat nasional, memamerkan 16 outfit terbarunya yang dihiasi warna merah dan putih.

"Saya terinspirasi dari Bali. Bali banyak memberikan inspirasi bagi saya, khususnya di bagian resort wear," ujarnya sebelum sesi kedua 'Exequisite Elegance' dimulai.

Dalam kesempatan tersebut, Ali tidak hanya memamerkan busananya, tetapi juga menyematkan aksesoris para model secara langsung di atas panggung. Pengunjung yang menonton lantas memberikan tepuk tangan meriah, setiap Ali selesai menyematkan aksesoris.

Sedangkan pada Jogja Fashion Festival (JFF) 2018 sesi pertama ada penampilan karya dari sejumlah desainer. Termasuk desainer senior Itang Yunasz yang membawakan lini busana keduanya, Kamilaa. Pada sesi pertama yang mengambil tema 'Pattern and Fabric' menampilkan karya dari 11 desainer.

Para desainer menampilkan karya terbaik mereka dengan ciri khas masing-masing. "Ini kali pertama saya diundang dalam acara JFF dan menjadi kebanggaan tersendiri. Saya berusaha memberikan apa yang bisa untuk teman-teman di Yogya,” tandas Itang.

Meski yang dibawakan bukan karya utamanya, Itang mengaku busana yang ditampilkan kali ini bisa digunakan saat Ramadan mendatang. Menurut Itang, tiap desainer punya ciri khas dan gaya tersendiri. Namun dalam JFF kali ini, baju karya desainer bukan hanya bisa dipakai anak muda. Namun, juga bisa dipakai usia 18 hingga 45 atau 20 hingga 60 tahun.

“Bagaimana nanti orang melihat dan menilai. Hanya yang saya harapkan, dunia fesyen bisa terus tumbuh. Selain itu masyarakat kan memakai busana tidak ingin keliatan tua tapi bisa selalu terlihat lebih muda. Kami memberikan sesuatu yang lebih gaya dan muda,” tandas Itang.

Selain Itang ada juga karya dari desainer Andar Yusri, Liza Supriyadi, Dewi deeJe, kolaborasi Lusi Ekawati dan Vitalia, Tari Made, Ryani Utami, Sugeng Waskito, Dewi Ranaya, Heriyenti dan Tedjo Laksono. (M-1/R-2)

BERITA REKOMENDASI