Aliran Selokan Mataram Kembali Normal 22 Oktober

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terus berupaya memperbaiki saluran drainase yang melintas di bawah Selokan Mataram Dusun Mayangan Trihanggo Gamping Sleman. Hingga Sabtu (17/10/2020), drainase yang rusak sudah ditutup dengan beton cyclop. Diperkirakan aliran air di Selokan Mataram bisa normal kembali tanggal 22 Oktober mendatang

Subkoordinator Perencanaan OP Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Antyarsa Ikanadani menerangkan, perbaikan drainase di bawah Selokan Mataram yang berlubang sudah ditutup dengan beton cyclop. Termasuk dampaknya terhadap tanggul Selokan Mataram sisi selatan yang tergerus. Sehingga berongga dan kemudian ditutup beton cyclop.

“Supaya perbaikannya tidak memakan waktu yang lama. Hari ini (18/10) sedang dilakukan perbaikan tanggul sisi utara,” jelasnya.

Dani menargetkan Senin (19/10/2020) sudah selesai proses perbaikannya. Hanya untuk pengaliran airnya menunggu beton tersebut benar-benar kering. Diperkirakan minimal paling tidak 7 hari. “Diperkirakan air akan dialirkan hari Kamis (22/10) mendatang,” imbuh Dani.

Dani tak menampik aliran Selokan Mataram dibutuhkan oleh petani dan pembudidaya ikan. Dalam hal ini pihaknya hanya bisa berusaha mempercepat proses perbaikan saluran drainase tersebut.

“Dalam hal ini, kami hanya menunggu umur beton saja supaya cukup keras walaupun minimal 7 hari. Kalau untuk lebih optimal lagi tingkat kekerasannya 14 atau 28 hari. Tetapi itu juga tidak mungkin karena terlalu lama. Saat ini juga memasuki masa tanam kedua,” tandas Dani.

Ketua Forum Petani Kalasan Sleman Janu Riyanto menambahkan, jika masa perbaikan 7 hingga 10 hari masih terbilang aman bagi para petani. Lahan pertanian masih bisa bertahan meski tidak ada aliran air dari Selokan Mataram.

Pihaknya juga sangat berterimakasih atas perhatian dari BBWSSO yang langsung mengerjakan kerusakan demi para petani. Untuk sementara para petani mengandalkan sumur pompa untuk pengairan.

“Kalau mempengaruhi jelas namun karena ini kerusakan kita harus sabar nunggu perbaikan. Harapan kami semoga bisa segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kerugian bagi para petani,” beber Janu. (Aha)

BERITA REKOMENDASI