Alumni De Britto Bantu Seniman Lewat Semangkok Soto, Begini Ceritanya

Editor: KRjogja/Gus

“Akhirnya kami menjual soto per porsi Rp 9 ribu, empalnya Rp 25 ribu, dan diputuskan, keuntungan harian pada masa tertentu akan digunakan untuk membantu teman-teman di Sanggar Seni Notoyudan. Mereka benar-benar membutuhkan karena satu tahun ini tidak bisa tampil yang berarti tak ada pemasukan. Jadilah kami berusaha, membantu dengan upaya yang kami bisa, dengan semangkok soto, sepotong tempe dan segelas es teh,” imbuh Tedi yang diamini Ison.

Sanggar Seni Notoyudan sendiri selama ini dikenal sebagai sebuah ruang kreasi seni musik. Alvon bersama sanggar kerap menggratiskan biaya berlatih anak-anak tak mampu yang ingin berlatih musik. Hal itu yang kemudian menyemangati sanggar terus berjalan sampai saat ini, meski diterpa badai pandemi luar biasa.

“Setiap hari Selasa, kami juga memberikan ruang tampil untuk teman-teman dari Sanggar Seni Notoyudan. Di sisi lain, pengunjung bisa menikmati soto sambil mendengarkan musik yang syahdu, harapannya membawa energi positif,” lanjut Ison. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI