Anak Muda Diajak Perangi ‘Black Campaign’

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bina Sarana Informatika (BSI) Yogyakarta bersama Forum Akademisi Indonesia (FAI) dan Polda DIY menggelar seminar bertajuk Kekuatan Media Sosial Dalam Pemberantasan Korupsi dan Cegah Black Campaign Jelang Pemilu sekaligus Bedah Buki Berjudul ‘Jihad Memberantas Korupsi’ di Hotel Grand Serela Rabu (25/04/2018). Mengundang siswa SMA dan mahasiswa dari beberapa instansi, seminar tersebut diharapkan mampu menebar hal positif sekaligus mengedukasi bertanggungjawab dalam bermedia sosial.

Wakapolda DIY, Kombes Pol Teguh Cahyono yang membuka seminar mengungkap saat ini di Indonesia paling tidak ada 92 juta pengguna sosial media aktif. Jumlah tersebut terhitung sangat besar dan bakal terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Namun sayangnya media sosial yang diharapkan bisa membangun komunitas positif tak selalu berakhir demikian. Polda DIY melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus diakui banyak menangani kasus yang berkaitan dengan penggunaan media sosial.

“Kasus yang paling banyak ditangani Polda DIY hingga saat ini yakni penipuan online pencemaran nama baik dan konten asusila. Dari hal-hal ini kita harus paham bahwa medsos punya kekuatan besar mempengaruhi opini dan mindset masyarakat,” ungkap Wakapolda.

Diah Pradiatiningtyas SE MSc, Kepala Kampus BSI Yogyakarta mengatakan acara seminar tahunan sengaja dibuat untuk memberikan edukasi anak-anak muda agar menebarkan energi positif di media sosial. Beberapa narasumber yang berkompeten seperti Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Dr Abdullah Hehamahua, mantan penasihat KPK dan Dirreskrimsus Polda DIY Kombes Polisi Gatot Agus Budi Utomo.

“Tujuan akhirnya, kami berharap para peserta seminar bisa memahami bahwa berkegiatan di sosial media memiliki tanggungjawab. Apalagi saat ini kita memasuki tahun politik pilkada dan pemilu 2019. Kampus punya peran untuk melakukan edukasi tersebut,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI