Anggaran Kunker Dewan Dipangkas Rp 2 M, Ini Alasannya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Anggaran pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) dan kunjungan kerja (kunker) anggota dewan dipangkas Rp 2,031 miliar. Selanjutnya anggaran akan dialihkan untuk kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, R Inoki Azmi Purnomo SAg, Minggu (2/9), mengatakan dalam APBD murni 2018, anggaran dewan Rp 18,097 miliar. Kemudian dalam APBD perubahan 2018, ada penambahan Rp 7,626 miliar. Namun setelah raperda APBD Perubahan 2018 dievaluasi Gubernur DIY, ada anggaran yang pangkas. "Alasan pemangkasan itu karena dikhawatirkan anggaran tidak bisa terserap semua. Hal itu berdasarkan raperda yang akan dibahas dalam waktu 4 bulan ini," ungkap Inoki. 

Atas evaluasi Gubernur DIY, dewan sudah sepakat dipotong Rp 2,031 miliar.
Selanjutnya anggaran tersebut akan dibahas dengan eksekutif untuk dialihkan ke OPD lainnya. "Nanti anggaran itu digunakan untuk kegiatan di OPD lainnya. Besok (hari ini), kami bahas dengan eksekutif,"
terang Inoki.

Sekarang ini dewan sedang membahas 6 raperda yaitu 2 raperda inisiatif DPRD dan 4 raperda inisiatif Bupati Sleman. Kemudian nanti eksekutif akan kembali mengirim 4 draf raperda ke legislatif untuk dibahas. "Jadi dalam waktu 4 bulan ini, kami akan membahas 10 raperda, baik inisiatif
dewan maupun bupati. Kami optimis sampai akhir tahun dapat diselesaikan semua," jelasnya.

Menurutnya, Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018 sebanyak 15 raperda yang terdiri dari 4 raperda inisiatif dewan dan 11 dari bupati. Dari jumlah tersebut, ada 5 raperda yang telah disepakati yaitu raperda tentang pembentukan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, penyertaan modal ke Bank BPD DIY, perubahan Perda No 10 Tahun 2013 tentang tarif rumah sakit kelas III di RSUD Sleman. Selain itu pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 dan perubahan APBD 2018. (Sni)

BERITA REKOMENDASI