Anggaran Rp 16,1 M Dialihkan ke Dana Tak Terduga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hasil evaluasi Gubernur DIY, APBD 2019 diminta efisiensi anggaran sekitar Rp 16,1 miliar. Selanjutnya anggaran tersebut dialihkan untuk dana Tak Terduga (TT) tahun 2019. Dana tersebut untuk antisipasi terjadinya bencana Merapi.

Kabid Anggaran Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Drs Muhammad Aji Wibowo MSi, Minggu (9/12), menjelaskan APBD 2019 telah dievaluasi oleh Gubernur DIY dan disarankan untuk efisien senilai Rp 16,1 miliar. Anggaran yang diminta dikurangi itu meliputi biaya perjalanan dinas dan honor pegawai. "Anggaran yang outputnya tidak mendukung pencapaian sasaran pembangunan, diminta
diefesienkan," jelas Aji.

Hasil evaluasi itu telah dibahas dengan DPRD Kabupaten Sleman. Kemudian disepakati, anggaran Rp 16,1 miliar dilihkan ke dana TT sehingga totalnya menjadi Rp 19,6 miliar. Dana TT digunakan jika ada status tanggap darurat.

"Alasan kami anggaran itu dialihkan ke dana TT karena saat ini status Gunung Merapi waspada. Jika sewaktu-waktu status tanggap darurat, dana tersebut dapat digunakan untuk penanganan bencana," ujarnya.

Di samping itu, dana TT juga bisa menjadi dana cadangan. Jika sewaktu-waktu ada perintah dari pemerintah pusat, Kabupaten Sleman dapat menggunakan dana cadangan. Sehingga pengalihan anggaran ke dana TT lebih fleksibel. "Terkadang kebijakan dari pemerintah pusat itu mendadak. Tapi kalau ada dana cadangan, kami lebih tenang karena bisa melaksanakan perintah dari pusat menggunakan dana cadangan," tuturnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI