Angka Kemiskinan di Sleman Capai 37.284 KK

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman tergolong masih tinggi yaitu 10,69 persen atau 37.284 Kepala Keluarga (KK). Untuk menekan angka kemiskinan, Pemkab Sleman terus melakukan pemutakhiran data mandiri dan menjalankan program terpadu. Ditargetkan pada tahun 2018 mendatang angka kemiskinan menjadi 9,35 persen.

Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes mengatakan, data angka kemiskinan di Kabupaten Sleman pada tahun 2016 mencapai 10,69 persen atau 37.284 KK. Angka kemiskinan tersebut hampir mendekati angka nasional sebesar 10,86 persen.

"Memang saat ini angka kemiskinan masih tinggi. Tapi jumlah itu sudah ada penurunan setiap tahunnya. Target kami setiap tahunnya ada penurunan 0,67 persen sehingga tahun 2018 menjadi 9,35 persen," kata Sri Muslimatun, Senin (29/05/2017).

Ia menjelaskan, ada beberapa indikator untuk menentukan angka kemiskinan. Di antaranya makan nasi kurang tiga kali dalam sehari, rumah tidak layak huni, belum berlistrik, sumber air minum dari sumur, tidak mampu beli ikan, daging dan susu dalam seminggu dan hal lainnya.

"Berdasarkan data yang ada, ada 66.534 penerima manfaat beras raskin. Kemudian ada rumah dengan dinding dari kayu berkualitas rendah yang ditinggali 2.237 KK. Selain itu ada 8.000 KK belum menggunakan listrik, 4.500 KK belum gunakan jamban," imbuhnya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan ini, Pemkab Sleman telah memiliki beberapa program. Diantaranya pemutakhiran data mandiri setiap enam bulan sekali. Jika data kemiskinan sudah valid, dilanjutkan program terpadu. Pasalnya jika program penanganan masih terpisah atau berjalan sendiri-sendiri, maka angka kemiskinan akan sulit ditekan. (Sni)

BERITA REKOMENDASI