Angka Stunting di Sleman Menurun

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Angka stunting di 18 Paket Pekerjaan Belum Dilelang Kabupaten Sleman pada tahun 2019 mengalami penurunan. Hal ini bisa diraih karena beberapa faktor. Termasuk jumlah kader kesehatan yang mencukupi dan terlatih dalam pemantauan pertumbuhan anak.

”Angka stunting di Kabupaten Sleman mengalami perbaikan dari tahun 2017 sebanyak 11,99 persen menjadi 8,38 persen pada tahun 2019,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman dr Wisnu Murti Yani MSc.

Menurutnya, faktor pendorong keberhasilan pencapaian ini salah satunya karena tersedianya regulasi Perbup Nomor 38/2015 tentang Inisiasi Menyusui Dini dan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Selain itu juga adanya Perbup Nomor 27 /2019 tentang Program Percepatan Penanggulangan Balita Stunting.

”Kami juga mempunyai beberapa inovasi untuk mencegah bayi mengalami stunting. Mulai dari Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan Thalasemia (Getar Thala), Pelayanan Antenatal Care Terpadu Menuju Triple Eliminasi Menuju Semua Layanan (Pandu Teman), Pecah Ranting (Pencegahan Pada Rawan Stunting) dan Gambang Stunting (Gerakan Ajak Menimbang Cegah dan Atasi Stunting),” ungkap Wisnu.

Selain itu, Dinas Kesehatan Sleman juga menggalakkan adanya konselor ASI dan motivator Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) terlatih di 25 puskesmas dan beberapa rumah sakit. Untuk menekan angka stunting, Dinas juga terus menggenjot jumlah kader kesehatan. Sehingga untuk jumlahnya bisa mencukupi dan terlatih dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan membantu pelaksanaan kegiatan.

”Saat ini jumlah nutrisionis di Puskesmas cukup memadai dengan penambahan nutrisionis dari tenaga kontrak BOK Puskesmas,” tandasnya.

Untuk mendukung program ini, lanjut Wisnu, Kabupaten Sleman juga telah memiliki sistem informasi, pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik seperti SIM KIA Sembada dan Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM). ”Selain itu juga butuh kerjasama lintas program dan lintas sektor dan ketersediaan anggaran, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting,” tutupnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI