Angkudes Semakin ‘Kembang Kempis’

SLEMAN (KRjogja.com) – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sleman meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat ikut andil dalam mengatasi permasalahan angkutan desa (angkudes). Pasalnya sekarang ini jumlah angkudes semakin berkurang karena kurang mendapat tempat di hati masyarakat.

Dampaknya banyak daerah di pelosok desa yang tidak terjangkau angkudes. Organda mengusulkan agar Pemkab Sleman bisa memberikan subdisi guna menghidupkan kembali angkudes.

"Kami berharap pemerintah berikan subsidi atau dana lunak untuk membantu biaya operasional angkutan umum. Terutama angkudes,” kata Ketua DPC Organda Sleman, Juriyanto, Senin (25/7/2016).‬

Dana lunak sangat dibutuhkan disaat tingginya biaya produksi. Padahal disisi lain, jumlah penumpang semakin menurun karena masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi ini berdampak pendapatan dan keuntungan sopir menurun drastis.

Akibatnya pengusaha memilih gulung tikar. Karena pengusaha tidak lagi mampu menutup biaya produksi yang harus dikeluarkan. "Untuk yang masih bertahan, mereka memilih tidak menggunakan jasa kernet. Dengan tujuan efisiensi biaya operasional," urainya.

Berdasarkan data Organda Sleman, sampai saat ini jumlah angkudes yang masih aktif ada 90 unit. Jumlah tidak menutup kemungkinan akan semakin turun, jika memang tidak ada campur tangan dari pemerintah. (Awh)

BERITA REKOMENDASI