Antisipasi Kekeringan, Tirta Sembada Optimalkan Tiga Sumur Dalam

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Pudam) Tirta Sembada Sleman akan mengoptimalkan 3 sumur dalam untuk antisipasi pada musim kemarau. Mengingat sekarang ini sudah ada penurunan 10 persen dari ketersediaan debit air.

Direktur Pudam Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata SE MM, menjelaskan kapasitas debit air Pudam Tirta Sembada sekitar 520 liter perdetik. Selama musim kemarau, ada penurunan debit air sekitar 10 persen.

"Sekarang ini kapasitas menjadi sekitar 460 liter per detik. Meskipun ada penurunan, tapi kapasitas air masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan 35 ribu pelanggan," jelasnya.

Diperkirakan puncak musim kemarau September 2019. Jika bulan depan belum turun hujan, penurunan debit air akan meningkat menjadi 15 persen. Untuk itu, pihaknya berharap September sudah mulai turun hujan. "Semoga bulan depan sudah hujan. Kalau belum, penurunan debit bisa mencapai 15 persen," terangnya.

Untuk antisipasi kekeringan pada musim kemarau, Pudam Tirta Sembada akan mengoptimalkan sumur dalam di tiga lokasi yaitu Gamping, Minomartani dan Kalasan. Masing-masing sumur dalam mampu menghasilkan debit air 10 liter perdetik.

"Ketiga sumur dalam itu kami operasikan untuk menambah kapasitas debit air. Harapannya untuk menjamin distribusi air bersih ke pelanggan tetap tercukupi," tuturnya.

Dalam pengoperasian sumur dalam ini, Pudam Tirta Sembada juga menyiapkan mobil genset untuk antisipasi jika listrik mati. Hal itu dikarenakan dalam pemanfaatan sumur dalam itu menggunakan tenaga listrik.

"Ya memang kalau mengoperasikan sumur dalam biaya produksi lebih mahal. Soalnya membutuhkan listrik untuk mengoperasikan," terangnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI