Antok dan Mumtaz Meriahkan Pilkada Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2020, muncul wajah-wajah baru untuk maju sebagai bakal calon Bupati. Selain nama Wakil Bupati petahana Sri Muslimatun, muncul nama Supriyanto (Antok) kader PDI Perjuangan sekaligus Relawan Jokowi tingkat pusat serta Mumtaz Rais putra politisi nasional Amien Rais.

Para pendatang baru tersebut dengan munculnya baliho Supriyanto dan Mumtaz Rais di perempatan Kentungan Ring Road Utara Jalan Kaliurang Sleman. Keberadaan baliho tersebut banyak mendapat perhatian publik dan menjadi viral di media sosial.

Baca juga :

Kesejahteraan Guru Honorer Jauh dari Harapan
Drainase Babaran Mulai Dinormalisasi

Salah satu kandidat Supriyanto yang mengangkat tagline ‘Sleman Terdepan, Wayahe Wonge Dewe’ mengatakan pihaknya telah menjalani proses pendaftaran dan fit proper test di internal partai. "Sampai saat ini saya masih menunggu rekomendasi Ketua Umum PDI Perjuangan, Insya Allah nantinya bisa ditugaskan di Pilkada Sleman," ujar Antok, Rabu (20/11/2019).

Antok sendiri akan maju melalui PDI Perjuangan satu-satunya partai yang bisa maju tanpa harus koalisi. Sementara Mumtaz Rais diprediksi maju melalui Partai Amanat Nasional (PAN) yang mempunyai 6 kursi sehingga harus berkoalisi.

Sementara pengamat politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr Abdur Rozaki menilai, kontestasi politik di pilkada Sleman harus didorong untuk mematahkan kekuatan oligarkhi politik lama yang dalam beberapa dekade terakhir tidak banyak membuat inovasi dan gebrakan dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat. Sehingga munculnya politikus muda diharapkan menjadi kekuatan baru yang akan menghadirkan kebijakan kesejahteraan baru di dalam masyarakat.

"Seperti sosok Mumtaz Rais, ada anak muda yang berupaya mematahkan jalinan oligarki lama menuju harapan baru masyarakat akan perbaikan keadilan di dalam masyarakat. Sementara Supriyanto atau Antok yang dikenal sebagai kaum muda akan berupaya membangun representasi publik yang sama berupa harapan baru bagi perubahan yang lebih baik" tegas Rozaki. (Usa)

BERITA REKOMENDASI