Antusias Warga Mulai Berkurang, Petugas Vaksinasi Perlu Didorong ke Padukuhan

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Antusias warga untuk ikut vaksinasi massal saat ini sudah mulai berkurang. Hal itu dikarenakan sudah banyak masyarakat yang mendapat vaksinasi. Untuk itu, petugas vaksinasi perlu didorong ke tingkat padukuhan supaya menyasar masyarakat yang belum mendapat vaksin.

Ketua DPD PAN Sleman dr Raudi Akmal mengatakan, kurangnya antusias masyarakat itu terlihat saat DPD PAN Sleman menyelenggarakan vaksinasi dengan target 1.200, hanya 1.000–an yang datang. Padahal sebelumnya dari target 1.200, pendaftarnya bisa mencapai 1.500.

“Sekarang sudah tidak berbondong-bondong seperti beberapa waktu lalu. Berarti sudah banyak masyarakat yang mendapat vaksin,” kata Raudi saat mengadakan vaksinasi massal di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/9).

Untuk itu, DPD PAN Sleman menyarankan, tenaga vaksinasi di tempat massal sebaiknya dipecah. Selanjutnya didorong ke tingkat padukuhan atau RT. Tujuannya untuk menyasar masyarakat yang belum divaksin.

“Terutama untuk menyasar para lansia. Soalnya target vaksinasi bagi lansia belum maksimal,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua Panitia H Ardi Sag MMPar MM menambahkan, kegiatan vaksinasi massal ini sudah yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh DPD PAN Sleman. Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi.

“Vaksinasi itu menjadi kebutuhan masyarakat. Harapannya Sleman ini segera terwujud ‘herd immunity’,” kata Ardi.

Sementara Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, Mepid  menjelaskan tentang capaian vaksinasi untuk kelompok remaja atau kelompok usia 12 -17 tahun, saat ini sudah mencapai 12,68% dari sasaran vaksinasi untuk dosis pertama.

Sementara capaian vaksinasi untuk dosis kedua atau dosis lengkap telah mencapai 8,68% dari sasaran vaksinasi.

“Pemerintah sangat mengharapkan dukungan para orang tua, untuk membantu para penerus bangsa kita segera mendapatkan proteksi dari virus COVID-19. Mari kita antar anak-anak kita melakukan vaksinasi agar semakin banyak anggota keluarga yang terlindungi,” tuturnya.

Nadia menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia yang belum menunjukan peningkatan signifikan. Dari 21,5 juta sasaran vaksinasi, jumlah yang sudah mendapatkan dosis pertama masih berada pada kisaran angka 27,75%, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua sekitar 19.40%.

“Perlu dukungan semua pihak untuk mendorong vaksinasi lansia, karena kita ketahui bersama bahwa kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi COVID-19. Kami berharap, para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan, sehingga kita mampu menjangkau lebih banyak warga lansia,” ujar Nadia. (Sni/Git)

 

BERITA REKOMENDASI