Apa Jadinya Jika Dosen UNY Kembali Belajar Materi Siswa SD-SMP?

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dosen-dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas MIPA dan FBS Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terlihat sibuk di salah satu ruangan rapat Grand Keisha Hotel, Rabu (19/2/2020). Di dinding terpasang kertas-kertas warna-warni yang didalamnya memuat berbagai tulisan dan karya anak-anak Sekolah Dasar layaknya sedang dalam kelas seni.

Ternyata, bukan tanpa alasan ada pemandangan sedemikian rupa di ruangan tersebut. Dosen-dosen itu ternyata sedang belajar kembali tentang materi-materi untuk siswa SD-SMP mulai ilmu alam hingga bahasa.

“Kami belajar banyak hal, salah satunya sifat cahaya, mencampurkan air mineral dengan berbagai warna. Mana warna-warna yang tembus ketika disinari dengan senter. Ini untuk menjelaskan sifat-sifat cahaya yang biasanya hanya dijelaskan melalui teori saja. Tadi kami juga langsung pratekkan dengan murid-murid di salah satu SD, dan ternyata membuat mereka tertarik,” ungkap Woro Sri Hastuti, salah satu dosen.

Menarik menurut Woro lantaran selama ini dosen hanya berkutat di kelas dengan materi yang sesuai buku untuk diberikan pada mahasiswa. Namun, kali ini mereka belajar mempraktikkan dan langsung mengajar anak-anak Sekolah Dasar.

“Ternyata keringetan juga, bagaimana meminta perhatian anak-anak ketika masuk kelas lalu menjelaskan materi yang ada. Ini menarik, kami bisa terapkan untuk diberikan pada mahasiswa kami tentu saja, karena mereka nanti juga akan jadi guru,” imbuh dia.

Begitu pula dengan pengalaman Supartinah, dosen Bahasa Indonesia yang kembali belajar tentang gagasan pokok paragraf bacaan. Ada metode baru yang dipelajari untuk membantu anak-anak memahami isi dari sebuah bacaan.

“Ternyata akan lebih mudah menjelaskan melalui visual, kita ditunjukkan sebuah lukisan penari dengan latar sebuah pura. Lalu baru masuk ke teks, bahwa itu lukisan penari Bali, ternyata akan lebih mudah. Ini yang sangat menarik, ternyata cara untuk belajar itu banyak sekali dan mudah,” ungkapnya menambahkan.

Sementara, Teacher Training Institute Coordinator Tanoto Foundation yang menjadi pencetus pelatihan tersebut, Dyah Karyati menyebut para dosen dari UNY tersebut tengah menempuh pelatihan modul 2 metode yang digagas untuk memaksimalkan pembelajaran tingkat SD dan SMP. Dosen-dosen tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan mengajarkan hal-hal menarik bagi mahasiswa calon guru yang nantinya akan terjun ke dunia pendidikan.

“Ini tindaklanjut dari MOU dengan rektor UNY pada 13 Januari lalu dan akan terus sampai Desember 2021. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pendidik di mana hari ini para dosen dilatih untuk nantinya diterapkan pada mahasiswanya yang juga calon guru. Harapannya tidak ada gap antara teori di kampus dengan kondisi yang akan dihadapi mahasiswa calon guru nantinya di lokasi mengajar,” ungkap dia. (Fxh)

 

UNY

BERITA TERKAIT