Aplikasi Elsimil bukan Menghambat Menikah, Tapi Cegah Stunting

SLEMAN, KRJOGJA.com – Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang diluncurkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) jangan dianggap sebagai hambatan untuk menikah. Karena tidak ada larangan dalam menikah, jika sesuai aturan hokum yang berlaku. Yang ada aplikasi ini untuk mendeteksi lebih awal terhadap potensi bayi yang akan dilahirkan dengan melihat kodisi calon pasangan pengantin.

“Jika memang kondisinya tidak memenuhi, maka tetap diperbolehkan menikah. Namun yang diminta adalah kehamilannya ditunda, sampai betul-betul kondisi kedua pasangan sudah siap memiliki anak,” ujar Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Riyanto dalam acara  Penguatan Peran Serta Mitra Kerja dan Stakeholder Implementasi Kegiatan Prioritas Pembangunan Keluarga Melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting, di Kediapan Anggota Komisi IX DPR RI, H Sukamto SH, Kentungan Sleman, (27/11)/2021). Dalam acara ini, Sukamto juga tampil sebagai pembicara. Turut hadir juga, Kepala Perwakilan BKKBN DIY,   Shodiqin SH MM.

Sedangkan materi yang dibawakan Sukamto, pada mengingatkan pada keluarga untuk menjaga protokol kesehatan. Karena belakangan ini terjadi kecenderungan naiknya kembali penyebaran Covid-19. Sehingga muncul kembali kekhawatiran penutupan sekolah. “Kita ingin agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap berjalan. Karena itu mari jaga kesehatan dan disiplin prokes,” ujar Sukamto.

Acara ini  dihadiri 200 peserta ini  direspons  dengan banyaknya yang mengajukan pertanyaan dan aspirasi mengenai program BKKBN. Termasuk diantaranya, penerapan aplikasi bagi kalangan keluarga yang tidak mampu atau tidak memiliki handphone android.

BERITA REKOMENDASI