Asik Selfie, Mahasiswi Tewas Tersambar Kereta di Kalasan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang mahasiswi Poltekkes Kemkes Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas saat selfi di perlintasan kereta api Dusun Kalibening Tirtomartani Kalasan Sleman, Senin (25/03/2019). Marloni Natonis (19) yang tengah asik berfoto tak menyadari jika dari arah belakang melintas kereta api (KA) jurusan Ceper – Cilacap dengan kecepatan tinggi. Korban tewas seketika di lokasi kejadian dengan tubuh hancur.

Kejadian naas ini bermula saa korban bersama tiga orang temannya yakni Beatrix Rosalia Ranboki (22), Ovni Mariana Thon (23) dan Luki Lulu (27) ketiganya warga Kupang NTT berada di kawasan rel kereta api jalur ganda tepatnya di perlintasan 154+5 petak Brambanan – Maguwo. Mereka sengaja datang ke tempat tersebut untuk berfoto dengan latar belakang kereta api yang sedang melintas.

Saat itu korban bersama Beatrix dan Ovni melakukan kegiatan foto yang diambil gambar oleh Luki. Ketiganya memilih spot pada rel sisi utara jalur ganda tersebut, dimana Beatrix dan Ovni berada di sebelah barat dan Marloni meminta difoto di timur.

Saat itu mereka melihat ada kereta api hendak melintas dari barat menuju timur di lintasan selatan. Korban yang duduk di atas rel sisi utara meminta kepada Luki untuk dipotret dengan latar belakan kereta yang melintas tersebut.

Namun pada saat yang hampir bersamaan dari arah timur terlihat kereta api dengan nomor lokomotif 2761F hendak melintas ke barat di jalur selatan. Ketiga teman korban segera menepi dan menjauh dari lintasan, namun Marloni yang saat itu menghadap ke barat tak menyadari jika akan ada kereta melaju di arah belakangnya.

Ketiganya sempat berteriak memperingatkan temannya itu namun korban tak mendengar dan tetap saja berpose di atas rel kereta. Kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi itupun akhirnya menyambar tubuh korban sampai hancur sehingga mahasiwi ini tewas seketika.

Kepala Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat kejadian masinis kereta bernama Purwanto sempat membunyikan klakson lokomotif namun korban tak mendengarnya sehingga peristiwa naas itu tak bisa dihindarkan.

"Setelah kejadian masinis segera menghentikan kereta di stasiun terdekat yakni Maguwo untuk melaporkan kejadian tersebut. Petugas kami segera berkoordinasi dengan Kepolisian setempat untuk memeriksa lokasi dan ternyata memang benar ada kejadian tersebut," ungkapnya ketika dihubungi KRJOGJA.com, Selasa (26/03/2019).

Eko Budiyanto menegaskan, dalam undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian menyebutkan kawasan rel kereta api merupakan daerah yang steril dari aktivitas warga. Ia meminta kepada masyarakat untuk memahami dan mematuhi peraturan tersebut sehingga hal yang tak diinginkan tidak akan terjadi.

"Jadi tidak dibenarkan ada orang selain petugas kereta api berada di kawasan rel kereta api, apalagi hanya untuk kepentingan berfoto. Petugas kami pun juga tidak bisa sembarangan berada di kawasan rel kereta api, mereka saat dilengkapi dengan ADP (alat perlengkapan diri) sesuai dengan prosedur yang berlaku," jelasnya.

Jenazah korban usai kejadian segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk selanjutnya diterbangkan menuju Kupang. Diketahui korban yang merupakan mahasiswa Jurusan Gizi tersebut berada di Yogya dalam rangka praktik kerja lapangan (PKL) di RS Bhayangkara Polda DIY. (Van)

BERITA REKOMENDASI