Asyiknya Bermain Jemparingan Mataraman

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN    KRJogja.com –  Salah satu budaya Mataram yang cukup menarik minat kalangan anak muda adalah jemparingan atau memanah. Jemparingan Mataraman yang dilakukan sambil bersila ternyata memberikan sensasi tersendiri. Salah satu generasi milenial yang tertarik dengan Jemparingan Mataraman adalah Yopi Ade Candra (32). Ditemui di Kebon Koelon Resto, Pojok, Sinduadi, Sleman, Kamis (28/11/2019), saat berlatih, Yopi menerangkan seputar ketertarikanya pada jemparingan Mataraman.

"Awalnya saya tertarik jemparingan karena itu merupakan olahraga sunah Rasulullah. Kedua, saya juga tertarik dari sisi tradisinya," jelas Yopi.

Menurut Yopi, banyak hal yang menarik dari tradisi jemparingan Mataraman. "Dari sisi alat yang digunakan, yakni jemparing (busur), ternyata memiliki detil-detil yang mengandung filosofi Jawa yang sarat nilai moral," terang Yopi. "Saat menggunakan jemparing, membidik sasaran dan kemudian melepaskan anak panah, semuanya memberikan pelajaran untuk sabar dan fokus," tambahnya. Singkatnya, menurut Yopi, latihan fisik dengan jemparingan Mataraman memiliki pengaruh positif untuk psikis manusia.

Tentang perkembangan jemparingan Mataraman di Yogyakarta menurut Yopi sangat pesat. "Kalau dahulu jemparingan Mataraman hanya diikuti kalangan lanjut usia, sekarang banyak generasi milenial yang tidak canggung berlatih dan mengikuti event kejuaraan jemparingan Mataraman" tutur Yopi. "Saat ini setiap event jemparingan Mataram pesertanya sampai ratusan, bahkan sering panitia jemparingan membatasi peserta," imbuh tokoh muda Sinduadi ini.

Saat ditanyakan mengapa memilih Kebon Koelon Resto sebagai tempat latihan, Yopi menjawab "Pertama, tempat ini dekat dengan tempat tinggal saya. Kedua, saya masih membutuhkan suasana lebih tenang untuk berlati," tambah anak muda yang sedang merintis usaha kuliner ini.

BERITA REKOMENDASI