Balai TNGM Lakukan Penataan Tujuh Aliran Sungai Hulu Merapi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) akan segera melakukan penataan tujuh sungai yang berhulu di Merapi. Penataan ini dilakukan dalam rangka pelestarian alam dan pengelolaan kawasan TNGM.

Plt Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi mengatakan tujuh sungai tersebut masing-masing Kali Putih, Senowo, Bebeng, Krasak di Kabupaten Magelang dan Kali Woro di Boyolali yang kesemuanya masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sedangkan di wilayah DIY penataan sungai dilakukan terhadap Kali Boyong dan Gendol.

“Tujuh alur sungai tersebut ditetapkan sebagai zona khusus TNGM yang masuk dalam bagian mitigasi bencana. Penetapan ini sesuai dengan rekomendasi dari BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta,” kata Muhammad Wahyudi di Kantor Balai TNGM, Senin (28/06/2021).

Ia menyampaikan akibat erupsi besar Merapi tahun 2010 mengakibatkan aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi menjadi ‘rusak’ karena tertimbun material. Bahkan beberapa melahirkan aliran baru sehingga dikhawatirkan akan mengancam keselamatan manusia saat terjadi hujan maupun suatu saat jika Merapi erupsi kembali.

“Aliran sungai ditata kembali seperti semula agar ketika hujan maka air maupun material yang terbawa tidak membahayakan masyarakat. Demikian juga saat erupsi, lahar akan mengikuti aliran sungai sehingga tak mengancam manusia,” imbuhnya.

Dari tujuh sungai berhulu di Merapi, ada dua yang akan diprioritaskan dahulu perbaikan alurnya yakni Kali Putih dan Senowo. Dua sungai ini didahulukan karena alurnya saat ini banyak yang telah berubah maupun tertutup material.

Dalam perbaikan alur sungai ini nantinya Balai TNGM akan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu – Opak (BBWS SO), BPPTKG Yogyakarta hingga masyarakat. Akan dilibatkan pula akademisi untuk meneliti serta menentukan aliran sungai yang tepat, ditinjau dari karakteristik erupsi Merapi.

Muhammad Wahyudi menambahkan pengelolaan TNGM yang luasnya mencapai 6.607,55 hektar meliputi wilayah Magelang, Boyolali, Klaten dan Sleman perlu kolaborasi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, termasuk juga masyarakat. Tujuannya tak lain agar kelestatian alam kawasan Merapi dapat selalu terjaga dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk kemaslahtan bersama. (Van)

BERITA REKOMENDASI