Balai TNGM Tutup Enam Obyek Wisata dan Dua Jalur Pendakian Merapi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menutup sementara obyek seluruh obyek wisata yang ada di kawasan lereng Merapi. Penutupan dilakukan sejak Sabtu (03/07/2021) hingga Selasa(20/07/2021) mendatang.

Plt Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi mengatakan penutupan ini dilakukan sebagai tindaklanjut atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah pulau Jawa dan Bali. Salah satu yang diatur dalam PPKM Darurat tersebut yakni penutupan obyek wisata.

“Penutupan ini sesuai dengan apa yang diatur dalam PPKM Darurat tersebut. Untuk sementara penutupan dilakukan selama 18 hari, namun nantinya jika PPKM Darurat diperpanjang tentunya Balai TNGM juga akan mengikuti aturan tersebut,” tegas Muhammad Wahyudi, Minggu (04/07/2021).

Ia menambahkan ada enam obyek wisata alam kawasan lereng Merapi di bawah pengelolaan Balai TNGM. Keenamnya berada di tiga kabupaten masing-masing Sleman di DIY dan Magelang serta Klaten keduanya wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Obyek wisata alam tersebut yakni Plunyon dan Kalikuning keduanya di Cangkringan Sleman, Tlogo Muncar serta Tlogo Nirmolo kesemuanya di Pakem Sleman. Ada pula Jurang Jero di Srumbung Magelang dan Desel Indah di Kemalang Klaten.

“Yang kami tutup saat ini yakni obyek wisata alam Plunyon, Tlogo Muncar, Jurang Jero. Untuk obyek wisata alam Tlogo Nirmolo, Kalikuning, Deles Indah belum sempat dibuka sejak awal pandemi pada Maret 2020,” imbuhnya.

Selain enam obyek wisata alam tersebut, Balai TNGM juga belum membuka jalur pendakian di Selo Boyolali dan Sapuangin Kemalang Klaten. Untuk dua jalur pendakian ini sejak tahun 2018 memang sudah ditutup karena status Gunung Merapi level Waspada dan pada November 2020 justru meningkat Siaga.

Muhammad Wahyudi berharap penutupan yang dilakukan ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Ia menambahkan jika nantinya obyek wisata telah dibuka kembali, pihaknya telah siap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat di lokasi seperti penyediakan tempat cuci tangan, menempatkan petugas pengukur suhu badan serta melakukan pembatasan wisatawan. (Van)

BERITA REKOMENDASI