Balon Udara Liar Diamankan Polisi

YOGYA, KRJOGJA.com – Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (LPPNI) atau AirNav Cabang Yogyakarta akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, terkait temuan balon udara liar di wilayah Dusun Jatirejo, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (12/6). 

AirNav siap menindak tegas kelompok yang dengan sengaja menerbangkan balon udara secara liar. General Manager AirNav
Indonesia Cabang Yogyakarta Nono Sunaryadi, Kamis (13/6) menyatakan, soal balon udara diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 40/2018. Di sana dijelaskan, ketinggian balon udara maksimal 7 meter, diameter 4 meter dan diterbangkan pada ketinggian maksimal 150 meter serta balon ditambatkan minimal pada 3 tali.  "Jadi bukannya dilarang. Boleh menerbangkan balon udara. Tapi harus ditambatkan. Selama mengikuti aturan yang ditetapkan tidak masalah,” jelasnya.

AirNav sebelumnya secara intensif juga sudah berkoodinasi dengan Kepolisian terkait aturan penerbangan balon udara ini. Pasalnya jika dilepas liar, pihaknya akan kesulitan mencari sumber. Namun dipastikan akan memberikan sanksi hukum ketika sudah menemukan pemilik balon udara liar tersebut. Termasuk membicarakan tentang ganti rugi kepada pemilik rumah yang tertimpa balon udara liar. 
“Untuk memperkirakan arahnya dari mana kita juga belum tahu. Karena arah angin berubah-ubah. Sampai sekarang juga masih dalam proses penyelidikan kirakira dari mana terbangnya,” ungkapnya. 

AirNav juga menerima 24 laporan dari pilot komersial yang melihat balon udara liar. Pilot secara visual melihat keberadaan balon terbang yang berada di sekitar jalur penerbangan dari Jakarta menuju Yogyakarta.

General Manager PT AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi mengatakan, laporan tersebut diterima pihaknya dalam sembilan hari terakhir. "Tanggal 05 Juni 2019 sampai hari ini ada 24 laporan dari pilot yang melihat dari udara terkai balon udara yang terbang liar," kata Nono. (Awh/Ayu/Ive)

BERITA REKOMENDASI