Bandar Besar Diringkus, 445 Ribu Pil Sapi Disita

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Direktorat  Reserse Narkoba Polda DIY berhasil menyita 411 box dan 34 bungkus plastik obat keras golongan G dengan total jumlah 445 ribu butir di sebuah rumah kawasan Warungboto Umbulharjo Yogyakarta Selasa (13/3/2018) lalu. Polisi juga berhasil mengamankan dua tersangka pengecer dan bandar pemilik barang tersebut di lokasi kejadian. 

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Polisi Wisnu Widarto mengatakan penangkapan kedua tersangka berawal dari pengembangan kasus-kasus pil jenis Trihexiphenidhyl di lima Polres wilayah DIY. Polisi pun menaruh kecurigaan adanya bandar besar di wilayah DIY yang mensuplai pil ilegal tersebut. 

“Kami amankan dua tersangka yakni FH dan RF di Warungboto Umbulharjo Yogyakarta 13 Maret 2018 lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Kami amankan RF terlebih dahulu dan di mobilnya ditemukan 3 box pil Trihexiphenidhyl yang ternyata dibeli seharga Rp 3 juta dari FH yang lantas juga kami amankan,” ungkapnya dalam rilis di Mapolda DIY Jumat (16/3/2018). 

Dari FH, polisi yang melakukan penggeledahan di rumah kawasan Warungboto menemukan 411 box berisi masing-masing 1000 butir dan 34 plastik yang masing-masing juga berisi 1000 butir. “Total yang kami amankan mencapai 445 ribu butir pil yang statusnya saat ini sudah ilegal karena ijin edarnya sudah dicabut BPOM sejak 2015 lalu,” tegasnya. 

Kasubdit II Reserse Narkoba Polda DIY AKBP Erma Wijayanti mengungkap, tersangka RF yang kesehariannya merupakan sopir online sendiri merupakan pemgecer yang membeli barang untuk dijual kembali dengan jumlah lebih sedikit. “Ada yang dijual Rp 20 ribu, Rp 25 ribu dan Rp 30 ribu tergantung banyaknya pil. RF ini mengaku beli dari FH Rp 1 juta tiap box berisi 1000 pil,” ungkapnya. 

Kepada petugas, para tersangka ini mengaku memperjualbelikan obat ilegal berbahaya tersebut pada pembeli yang berasal dari lima wilayah DIY. “Pengakuannya sejak 2015 FH ini menjual pil sapi namun dari mana asalnya, kita masih melakukan penyelidikan karena pasti ada bandar lebih besar di atasnya yang mensuplai begitu banyak pil ke tersangka,” sambungnya. 

Kini kedua tersangka terpaksa mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. “Kita sangkakan pasal 196 junto pasal 98 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

Pil Trihexiphenidhyl atau yang dikenal sebagai pil sapi sendiri sudah sejak 2015 lalu dilarang ijin edarnya oleh Balai POM. Obat untuk penderita parkinson ini sering disalahgunakan sebagai obat penenang dan dicampurkan saat mengkonsumsi minuman keras terlebih karena harganya yang murah. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI