Bangunan Pasar Prambanan Ganggu Saluran Irigasi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Masyarakat mengeluhkan adanya bangunan sisi barat Pasar Prambanan mengganggu saluran irigasi karena ada bangunan mepet saluran. Hal itu dapat memicu genangan air saat musim hujan. Warga meminta Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) untuk mengembalikan saluran irigasi sesuai dengan saluran awal.

Ketua Komisi C DPRD Sleman Timbul Saptowo mengatakan, pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat Ledoksari,  Bokoharjo,  Prambanan yang mengeluhkan penyempitan saluran irigasi. Hal itu dikarenakan ada pembangunan Pasar Prambanan yang mepet dengan saluran irigasi.

"Informasi dari warga, dulu saluran irigasi selebar 1,5 meter tapi dengan adanya bangunan pasar yang mepet saluran, sekarang ini menjadi 70 Cm. Kalau turun hujan, air meluap dan menggenang di jalan sehingga mengganggu kenyamanan warga, " kata Timbul kepada KRjogja.com, Kamis (04/08/2016).

Untuk itu, Komisi C meminta kepada Dinas SDAEM mengembalikan saluran irigasi sesuai awal. Jangan sampai pembangunan pasar Prambanan ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.

Anggota Komisi C Sunarto juga meminta Dinas SDAEM saluran irigasi di Jalan Bakung Dero Condongcatur hingga ke Embung Tambak Boyo. Warga di sekitar itu mengeluhkan genangan air saat turun hujan. Mengingat jalan tersebut cukup padat arus lalu lintas.

"Warga minta dibuatkan drainase sepanjang 700 meter ke Embung Tambak Boyo. Karena selama ini air tidak dapat dapat mengalir dan menggenang, " ujarnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI