Banser Tolak Munculnya Paham Radikan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Semakin beragamnya persoalan kebangsaan saat ini, terutama indikasi mulai munculnya paham radikal yang ingin mengubah ideologi pancasila menjadi keprihatinan sejumlah kalangan termasuk sayap organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yakni Barisan Anshor Serbaguna (Banser).

“Indikasi munculnya paham radikal yang mulai mempengaruhi generasi muda bangsa saat ini menjadi catatan keprihatinan tersendiri oleh kalangan Banser,” tegas Pembina Banser Sleman, Imam Suhadi ditemui di Lapangan Mororejo, Tempel, Sleman, Minggu (24/09/2017).

Dikatakannya, Banser DIY dengan tegas menolak berkembangnya paham komunis dan gerakan radikal di tanah air. Untuk mencegah munculnya kembali paham komunis dan isu paham radikal pihaknya mengaku siap melawan dan menangkal paham tersebut dalam bentuk apapun.

Selain itu juga dengan berkoordinasi pihak jajaran aparat di masing-masing rayon baik melibatkan kejaksaan, korem, kepolisian hingga gubernur selaku pemerintah. Dalam kesiapannya menghadapi munculnya kembali paham komunis dan segala bentuk paham radikal, dari dalam tubuh Banser sendiri adalah senantiasa merekatkan hubungan anggotanya salah satunya dengan latihan bersama secara rutin.

“Banser juga senantiasa mempererat hubungan dengan kalangan masyarakat tanpa terkecuali di pedesaan. Adapun tiga materi utama yang selalu disampaikan banser nu kepada kader dan generasi muda adalah wawasan kebangsaan, bahaya dan cara memerangi teroris hingga upaya bela negara,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI