Bantu Akses Desa Wisata, Trans Jogja Diminta Buka Trayek Sampai Kaliurang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tiga trayek Teman Bus Trans Jogja menyentuh tiga kecamatan di Sleman yakni Ngaglik, Ngemplak dan Godean. Namun, tampaknya transportasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini belum maksimal memberikan kontribusi terlebih di masa pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan pihaknya menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat pegiat desa wisata untuk membaca kemungkinan menambah atau mengubah rute untuk memaksimalkan peran Trans Jogja. Menurut dia, banyak sekali potensi di kawasan Sleman yang bisa dimaksimalkan dengan bantuan akses Trans Jogja.

“Jadi, ada masukan dari teman-teman desa wisata di Sleman yang kini terdampak pandemi untuk mempersiapkan diri ketika nanti wisata dibuka. Salah satunya memaksimalkan Teman Bus dan Trans Jogja yang sekarang ini sudah sampai Pakem. Desa wisata berharap adanya bus ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan,” ungkap Huda usai kegiatan sambung rasa pimpinan DPRD DIY di Jalan Kaliurang, Rabu (08/09/2021).

Dalam diskusi yang terjalin, muncul usulan perubahan rute salah satunya hingga mencapai kawasan wisata Kaliurang. Usulan tersebut menurut Huda masuk akal karena kini praktis tidak ada angkutan umun yang mudah diakses pelancong untuk mencapai Kaliurang.

“Memungkinkan untuk itu, ada usulan perubahan rute salah satunya sampai ke Kaliurang. Dulu ada bus baker dan angkutan umum lainnya namun sekarang sudah tidak ada. Nah ini saya kira sangat mungkin untuk dibahas lebih lanjut karena desa-desa wisata di kawasan itu bisa merasakan dampak positifnya,” sambung Huda.

Agus Andrianto Direktur PT Jogja Tugu Trans selaku operator Teman Bus mengaku siap apabila memang pihaknya diminta menambah atau mengubah rute untuk memaksimalkan potensi pariwisata khususnya di Kabupaten Sleman. Ia tak memungkiri saat ini Teman Bus yang melayani rute melewati tiga kecamatan Sleman masih minim penumpang.

“Kalau kami itu dasarnya usulan dari daerah dilakukan studi dan Kementrian Perhubungan koordinasi dengan daerah untuk rute itu. Konsekuensinya ya mungkin penambahan armada,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan bawasanya perubahan rute sangat mungkin dilakukan dengan beberapa catatan salah satunya adanya kajian menyeluruh kebutuhan masyarakat. Hal ini yang kemudian menurut Made perlu dibahas lebih lanjut termasuk adanya kolaborasi dengan kabupaten dan pengelola destinasi wisata.

“Kalau Sleman tidak hanya sampai Pakem menurut saya bagus, namun ke potensi-potensi lain yang begitu banyak. Kemudian perlu dipikirkan lebih detail tindaklanjutnya mau seperti apa titiknya, pengelola bersama pegiat pariwisata bersinergi. Kemudian harus ada polling masyarakat, minat atau tidak ketika ada Trans Jogja sampai Kaliurang. Ini harus dilakukan,” tandas Made. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI