Bantu Ekonomi Keluarga, Pelajar SMA Nyambi Jualan Onde-Onde

“Saya ingin menjadi wirausahawan jadi saya merasa bahwa usaha ini bisa menjadi salah satu sarana daya untuk belajar,” terang Awang kepada KR, Senin (28/9).

Awang mengaku, paham betul kondisi keuangan keluarga memang kurang baik. Orangtua Awang harus membiayai sekolah ketiga adiknya yang masih kecil. Apalagi setelah ada pandemi ini, pendapatan berjualan onde-onde juga berpengaruh. “Adik saya tiga, sebelumnya ayah saya bekerja di bagian marketing toko bakpia. Tapi karena penghasilannya kurang mencukupi kebutuhan keluarga, akhirnya memutuskan untuk bikin usaha sendiri,” urai Awang.

Untuk Onde-Onde Cibus jualan Awang ini dibanderol dengan harga Rp 3500 per pieces. Ada 6 varian rasa, yaitu kacang hijau, keju, coklat, kacang merah, kopi, dan durian. Saat ini Awang tidak bisa berjualan di sekolah karena pembelajaran masih dilakukan di rumah. Ia pun memilih berjualan di depan minimarket daerah Babarsari Depok Sleman.

Selama ini Awang mengaku tidak terganggu antara kewajibannya untuk belajar dan berjualan. Karena Awang berjualannya setiap sore jadi tidak mengganggu pelajaran. Jika ada tugas sebisa mungkin diselesaikan sebelum berjualan ataupun malam setelah pulang dari berjualan. “Saya merasa bahwa saya punya tanggung jawab untuk memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga kami. Terutama bagi adik-adik saya,” tutup Awang. (Aha)

 

BERITA REKOMENDASI