Bantu Petani, Profesor UGM Buat Aplikasi “Farm Record”

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Prof Dr Irham, dosen Fakultas Pertanian UGM bersama tim menciptakan aplikasi untuk membantu para petani mencatat usaha tani (farm record). Aplikasi bernama Rektanigama kependekan dari Rekam Usahan Tani Gadjah Mada tersebut memberikan ruang besar untuk pencatatan usaha tani dari berbagai aspek penting sekaligus membangun budaya modern dalam bidang pertanian.

“Di Inggris, pencatatan dalam hal pertanian ini dimulai sejak tahun 1800, jadi data pertanian bisa komplit dan bisa selalu evaluasi lebih baik kedepan. Sementara di Indonesia sampai sekarang belum ada, jadi ya pertanian kita masih sangat tradisional sekali,” ungkap Irham pada wartawan di Fortakgama, Selasa (11/2/2020).

Irham mengungkap Rektanigama bisa digunakan untuk mencatat berbagai hal untuk mencari tahu status keuangan titik tertentu, mencatat keuntungan dan kerugian, mengetahui sumber pendapatan dan biaya, mengetahui titik lemah organisasi pertanian, peningkatan manajerial pertanian hingga dasar menetapkan kebijakan pemerintah. Menurut dia, selama ini para petani dan penyuluh mengalami kesulitan mencatat lantaran berbagai hal yang merepotkan.

“Kalau ada farm record ini petani mudah menemukan masalah dengan lahan pertaniannya, misalnya turun karena apa, kemudian dibandingkan dengan petani lain di wilayah yang sama. Apakah pupuknya kurang atau lebih malah. Ini jadi bahan diskusi di kelompok tani. Permintaan petani, bisa ke smartphone dan kami bersemangat untuk mengembangkan. Kami akan buat user friendly karena program kita buat sederhana, klik tak terlalu sulit,” sambung dia.

Saat ini Aplikasi Rektanigama bersiap dikembangkan agar bisa semakin mudah digunakan dengan smartphone setelah sebelumnya diterapkan di kawasan Sleman dan Magelang. Permintaan petani agar semakin mudah mengakses coba diwujudkan Fakultas Pertanian UGM dengan menelurkam aplikasi ke smartphone.

“Di Sleman Barat misalnya, kami diminta membantu petani di sana tapi tidak ada data sehingga kami kesulitan. Kami akan coba kolaborasi dengan Dinas Pertanian di berbagai daerah, tujuan inovasi ini untuk memperingan tugas petani dan petugas dari dinas,” ungkapnya lagi.

Nantinya melalui aplikasi ini, penyediaan data pertanian diharapkan menjadi lebih valid, faktual dan aksesable. “Pengambilan kebijakan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional bisa mengambil data dari Rektanigama sebagai instrumen sehingga lebih terukur lagi kebijakan uang diambil,” pungkas dia. (Fxh)

Prof Irham saat menunjukkan Rektanigama (Harminanto)

UGM

BERITA REKOMENDASI