Banyak Berita Hoax di Medsos, Polda DIY Akan Lakukan Ini

SLEMAN, KRJOGJA.com – Banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial (medsos) selama masa kampanye Pilpres dan Pileg membuat Polda DIY melakukan strategi untuk mencegah sekaligus mengatasinya. Polisi akan melakukan patroli 'cyber'.
 
Masyarakat diimbau tidak termakan berita hoax maupun ujaran kebencian, sehingga situasi di Yogya tetap kondusif. "Pada pesta demokrasi tahap kampanye ini, ada yang berkampanye melalui media sosial. Di situ (medsos), banyak sekali berita hoax dan ujaran kebencian," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto setelah mengikuti apel pemeriksaan oleh tim Supervisi Operasi Mantab Brata (OMB) Mabes Polri di halaman Mapolda DIY, Selasa (11/12/2018).
 
Kabid mengimbau, agar masyarakat tidak termakan berita hoax maupun ujaran kebencian. Untuk mendinginkan situasi, Polda DIY memaksimalkan peran Babinkamtibmas yang ada di setiap desa. Petugas Babinkamtibmas, lanjutnya, diminta melakukan penyuluhan dan imbauan di wilayah binaannya agar masyarakat tidak melakukan maupun terpengaruh berita hoax serta ujaran kebencian. "Selain memaksimalkan peran Babinkamtibmas, Polda DIY juga melakukan patroli cyber," jelasnya.
 
Ia menambahkan, selama tahapan kampanye, Polda DIY menerjunkan 600 personel. Kerawanan saat tahap kampanye, juga diwaspadai antara lain terjadinya pelanggaran lalu lintas oleh peserta kampanye maupun kerusuhan di jalan. Perwira menengah yang pernah menjabat Kapolres Sleman ini menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan bagi mereka yang melakukan pelanggaran.
 
"Namun tindakan yang kami lakukan tidak harus membabi-buta, tapi harus melihat situasi dan kondisi. Bukan berarti penegakan hukum lemah," tandasnya.
Apel kemarin, dipimpin Brigjen Pol Wahyudi Hidayat selaku Ketua Tim Supervisi OMB 2018.
 
Menurut Brigjen Pol Wahyudi, kedatangannya untuk mengecek sejauh mana kesiapan Polda DIY mengamankan pesta demokrasi yang saat ini memasuki tahap kampanye. Ia menilai, Polda DIY dengan personel dan peralatan yang dimilikinya siap mengamankan gangguan yang mungkin terjadi selama tahapan pesta demokrasi.
 
Hanya saja, ia berpesan agar pejabat utama maupun anggota Polda DIY tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. "Walau kelihatan aman-aman saja, namun jangan sampai lengah. Kewaspadaan tetap harus dilakukan," ujarnya. 
(Ayu)

BERITA REKOMENDASI