Barak Gayam Disiapkan Jadi Tempat Pengungsian

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman perlu segera mempersiapkan barak-barak pengungsian penyangga dengan segala fasilitasnya. Ketika ada kenaikan status Gunung Merapi dan warga harus mengungsi semua, barak pengungsian sudah siap untuk ditempati.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti ST mengatakan, sekarang ini gempa vulkanik Gunung Merapi sudah semakin sering. Sehingga ancaman erupsi Merapi semakin dekat. Untuk itu, pihaknya meminta kepada BPBD atau kalurahan sebagai barak penyangga supaya mempersiapkan segala fasilitasnya. ”Jadi tidak hanya gedung saja yang dipersiapkan. Tapi juga fasilitas pendukungnya seperti penyekat, tikar, kasur, selimut dan lainnya,” kata Ani Martanti.

Menurutnya, penyiapan barak penyangga itu cukup penting. Hal itu untuk antisipasi jika ada kenaikan status Merapi secara mendadak. Ketika masyarakat perlu dievakuasi dan mengungsi, barak sudah siap ditempat.

”Jangan sampai ketika masyarakat terdampak mengungsi, barak belum siap. Tapi kalau dipersiapkan mulai dari sekarang, sewaktuwaktu digunakan, masyarakat tinggal masuk ke barak pengungsian dan fasilitas sudah tersedia semua,” ujarnya.

Ani juga berpesan kepada para relawan supaya tetap menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan tugas. Mengingat para pengungsi yang ada saat ini merupakan kelompok rentan yaitu anak-anak dan lansia.

”Pandemi Covid-19 masih ada. Jadi relawan perlu menerapkan maupun mengingatkan protokol kesehatan di barak pengungsian. Supaya barak pengungsian tidak menjadi klaster baru,” pesannya.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Drs Joko Supriyanto MSi mengaku, sekarang ini tengah mempersiapkan Barak Gayam sebagai barak penyangga jika sewaktuwaktu masyarakat di lereng Merapi mengungsi. Segala fasilitas seperti penyekat, tikar, selimut sedang dipersiapkan. ”Kami baru mempersiapkan barak Gayam. Kalau nanti ada penambahan jumlah pengungsi, bisa kami arahkan ke Barak Gayam,” ucap Joko.

Ditambahkan, di wilayah Lereng Merapi ada sekitar 12 barak penyangga yang berada di Cangkringan, Pakem dan Turi. Nanti semua barak penyangga akan dipersiapkan sesuai dengan wilayah yang ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi paling dekat.

”Kami persiapkan dengan melihat skala prioritas, yaitu daerah yang paling dekat dengan dusun yang paling terancam terkena erupsi. Setelah itu baru ke bawah-bawah,” pungkasnya. (Sni/Aha)

BERITA REKOMENDASI