Bareng Marketplace dan Kurir Digital JX, UMKM DIY Berpeluang Kembangkan Pasar

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com- JD.ID dengan J-Express (JX) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY menggelar kegiatan bertajuk ‘Saling Kenal Siap Dagang bareng JX’, Rabu (27/10/2021). DIY berupaya melebarkan pasar produk UMKM yang kini terus diupayakan beranjak ke digital.

Wisnu Hermawan, Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, mengatakan pihaknya selama ini berupaya menghubungkan UMKM dengan jejaring digital baik marketplace maupun kurir daring. Menurut dia, semakin banyak ruang berjualan online menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan luas cakupan produk.

“Kami menyambut baik, ini selaras dengan upaya Pemda DIY untuk membuka pintu mengantarkan UMKM memperluas segmentasi pasarnya. Kami apresiasi JD.ID dan JX yang memperhatikan UMKM, bergerak maju keluar dari tekanan pandemi,” ungkapnya di sela kegiatan.

Selama dua hari, tercatat 150 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM DIY mengikuti kegiatan sharing dan diskusi. Mereka mendapatkan materi bagaimana memaksimalkan penjualan secara daring meliputi meningkatkan kualitas produk hingga strategi pemasaran.

“Kami memang membuka kerjasama dengan berbagai platform digital sebagai upaya mengembangkan UMKM DIY naik kelas memperluas pasar. Saat ini untuk di Bantul, Sleman dan Kota Yogya sudah puluhan ribu yang migrasi ke digital. Namun untuk Gunungkidul dan Kulonprogo masih terus kita dorong. Karena itu kami apresiasi apabila ada swasta yang bisa menjangkau lebih luas lagi ekspedisinya agar yang di lantai dua Yogya bisa memasarkan produk lebih mudah,” sambung dia.

Arditiandito, Industrial Relations JX menambahkan pihaknya tidak hanya ingin hadir sebagai penyedia jasa logistik dari hulu ke hilir namun juga mendorong penjual dalam hal ini UMKM khususnya di DIY untuk maju.  Melalui edukasi dan pelatihan mengenai pemasaran digital, pihaknya berbagi ilmu dan kiat sukses agar para seller dapat dengan mudah beradaptasi dan memanfaatkan digitalisasi kegiatan jual beli.

“Kami juga memberi edukasi dan pelatihan perihal metode pembayaran cash on delivery (COD) karena COD adalah salah satu cara jitu yang dilakukan oleh para seller untuk membangun kepercayaan para pelanggan. Hal ini didukung dengan temuan data statistik yang menyatakan bahwa lebih dari 70 persen konsumen Indonesia masih memilih metode COD sebagai metode transaksi belanja dan pengiriman barang,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI