Batik Khas Candi Boko Angkat Desa Wisata

Editor: Ivan Aditya

BATIK merupakan warisan budaya dunia yang harus dilestarikan, lebih-lebih batik tulis kehadirannya di masyarakat selalu diminati meski terkesan harganya mahal karena sangat artistik dan legendaris. Bermula dari menjadi sales marketing batik milik keluarga, mendorong Siti Rahayu (akrab dipanggil Ayu), pemilik ‘Ayu Berkah Batik’, warga Prambanan RT 03/RW 09 Bokoharjo, Prambanan, Sleman ingin terus berkecimpung di dunia perbatikan.

“Saya merintis usaha batik sejak delapan tahun lalu, dan batik tulis merupakan produk unggulan hingga saat ini,” ujarnya di rumahnya didampingi Krisamyono Mukti Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi HIPPI Sleman, Sabtu (27/02/2021). Berbekal itulah Ayu, ingin terus melestarikan dan mengembangkan batik, karena dirinya juga salah satu pecinta batik.

Proses pembuatan batik tulis cukup lama, bisa sampai satu bulan tergantung jenis motif dan banyaknya warna. Dengan demikian batik tulis hingga saat ini terkesan harganya mahal, paling tidak Rp 500.000/potong. Untuk itulah pengerjaannya bisa dibawa pulang oleh para perajin ke rumah, sehingga waktunya tidak bisa dibatasi. Namun Ayu, sering memberikan waktu deadline yakni beberapa hari harus sudah jadi. Sedangkan produksinya, sesuai dengan pemesanan tidak tentu. Kadang satu bulan bisa banyak, kadang sedikit sesuai order.

Saat ini Ayu sedang menyiapkan pengembangan batik tulis khas candi Boko, karena ingin mengangkat Desa Wisata Bokoharjo yang kini merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang ramai pengunjung. “Ide batik khas Candi Boko karena saya ingin mengangkat Desa Wisata Bokoharjo menjadi destinasi wisata unggulan se-Nusantara,” tambah Ayu.

Dalam bincang-bincang siang itu, Ayu menambahkan, produknya selain batik tulis juga batik sibori, ecoprint, batik print, batik cabut dan batik granit. Bahannya dari katun, primisima, tenun, lurik dan sutera. Sedangkan pemasarannya secara offline maupun online, di samping itu juga membuka showroom di rumahnya yang ramai dikunjungi wisatawan maupun pelanggan setiap harinya. Dalam melayani pelanggan, Ayu Berkah Batik buka setiap hari dari pukul 07.00 – 21.00 WIB, dibantu karyawan 3 orang.

Penjualan produknya sudah sampai ke kota-kota seluruh Indonesia, bahkan banyak yang sampai luar negeri seperti Malaysia, Belanda dan Kanada. Harga produk mulai Rp 75.000 hingga Rp 2,5 juta. Namun ketika ditanya omzet dan bahan baku, Ayu tidak mau mengungkapkan. “Yang penting cukup dan bisa jalan produksinya, bisa mendukung kemandirian UMKM,” katanya.

Selama Pandemi Covid-19 ini Ayu mengaku, tidak begitu banyak pengaruh penjualannya, karena dibantu oleh reseller yang terus mengalir. Reseller merupakan bidikannya dalam penjualan masker batik, yang selama pandemi ini banyak pesanan dari mana saja. “Semoga batik khas Candi Boko segera terealisir, dan mampu mengangkat ekonomi masyarakat sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman dalam pengembangan Desa Wisata Bokoharjo,” ungkapnya. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI