Bawa Sajam, Anggota Dua Geng Pelajar diamankan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tindak pidana yang dilakukan anak di bawah umur, kembali marak di Sleman. Belum genap sepekan polisi mengamankan lima remaja karena kepemilikan sajam, hal serupa kembali terjadi.

Kali ini empat remaja anggota geng, diamankan Polsek Godean, Polsek Minggir dan Polres Sleman di lokasi yang berbeda, Selasa (15/12/2020) dini hari. Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK menjelaskan, keempat pelaku yakni AHH (19), RS (16), MCM (15) dan KDN (16) keempatnya warga Bantul.

“Tiga pelaku yang masih di bawah umur berasal dari sekolah yang sama, namun mereka bermusuhan karena dari dua geng yang berbeda. Sedangkan AHH merupakan alumni sekolah tersebut yang saat ini sudah kuliah. Mereka mengaku membawa sajam untuk berjaga-jaga,” ungkap Deni di Mapolres Sleman, Rabu (16/12/2020).

Tersangka AHH dan RS diamankan saat konvoi dengan empat teman lainnya di wilayah Minggir sekitar pukul 04.00. Sedangkan KDN dan MCM ditangkap di wilayah Godean juga saat konvoi dengan belasan teman satu gengnya. Dua kelompok geng itu, ungkap Deni, rencananya akan tawur di daerah Kronggahan Gamping Sleman. Namun saat akan menuju lokasi, mereka terlebih dahulu diamankan polisi dibantu warga.

“Dari belasan remaja yang diamankan, empat berstatus tersangka karena kepemilikan senjata tajam. Sedangkan lainnya belum terpenuhi unsur pidana,” ungkap Deni didampingi Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Susilo SH.

Deni mengungkap, dari sajam yang diamankan, hampir semuanya dibuat sendiri oleh para pelaku. Mereka membeli plat, kemudian dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi senjata tajam baik dalam bentuk gergaji maupun parang. “Ada juga yang dikamuflase dengan bambu, padahal di dalamnya berisi pisau. Beberapa senjata dibuat dan dimodifikasi sendiri oleh para pelaku,” ungkap Deni Irwansyah.

Kasat Reskrim kembali mengingatkan peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya. Apalagi, saat diamankan, para pelaku keluyuran pada malam hingga dini hari. “Ada sebagian orangtua yang tidak mau ambil pusing dan mencari tahu keberadaan anaknya. Mereka baru kaget saat mengetahui anaknya berurusan dengan hukum karena memiliki senjata tajam,” pungkas Deni. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI