Bawakan Tari ‘Ratuh Pukat’, Mahasiswa dari DIY Bersiap Berangkat ke Rumania

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Rampoe UGM berhasil meraih juara pertama festival tari internasional di Korea September 2018 lalu. Para mahasiswa tersebut membawakan tari kombinasi bernama ‘Ratuh Pukat’ dari Aceh hingga berhasil menyisihkan 38 kelompok dari 13 negara yang ikut serta kala itu.

Agustus 2019 mendatang, Rampoe UGM yang akan menjaring anggota dari berbagai universitas di DIY kembali bersiap tampil dalam event intenasional di Rumania. Berbagai persiapan pun dilakukan termasuk diantaranya menggelar festival tari nasional di Yogyakarta sebagai ajang pencarian bakat-bakat potensial agar semakin baik membawakan tarian Ratuh Pukat asal Aceh tersebut.

Rabu (27/03/2019) para anggota komunitas Rampoe UGM bersama mahasiswa IKPM DIY bertemu dengan tokoh nasional Prof Mahfud MD. Selain meminta dukungan, para mahasiswa mengaku mengidolakan Mahfud dan secara khusus meminta berfoto bersama.

Promotor para mahasiswa, Novita Riyanto mengungkap pertemuan dengan Mahfud MD menjadi penyemangat tersendiri karena para personil begitu mengidolakan sosok mantan Hakim MK tersebut. “Hari ini kami ingin bertemu dan berfoto dengan Prof Mahfud karena teman-teman ini mengidolakan beliau. Tapi karena kami mau berangkat ke Rumania, sekalian meminta saran dan juga dukungan moril dari beliau,” ungkapnya di sela acara.

Untuk ke Rumania nanti, Rampoe UGM akan membawa serta 25 personil yang terdiri dari 20 penari dan 5 pemusik. “Harapan kami teman-teman bisa mengulang sukses dan semakin memperkenalkan Indonesia,” sambung dia.

Sementara Prof Mahfud MD yang menyampaikan ketakjuban dengan prestasi anak-anak muda Yogyakarta berharap agar kedepan, hal positif tersebut terus dijaga untuk tetap membara. Menurut Mahfud, kreativitas yang dibuat para mahasiswa tersebut benar-bwnar muncul dari keinginan dan bukan menunggu uluran tangan pemerintah maupun pihak lainnya.

"Saya sampaikan selamat karena teman-teman kreatif dan membanggakan. Ini tak tergantung tarikan pemerintah, baru setelah berhasil mendapat perhatian dari pemerintah. Saya senang ketika diajak adik-adik ini berfoto sekalian saja ajak makan siang. Kita kam memang dipanggil negara tanpa harus meminta bantuan untuk berprestasi di bidang masing-masing, ini salah satu wujudnya,” ungkap Mahfud. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI