Bawaslu Masih Petakan TPS Rawan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman masih memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan saat Pilkada mendatang. Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Sleman memperhatikan 4 dimensi penting, mulai dari konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi publik.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman M Abdul Karim Mustofa, IKP sebagai pencegahan saja agar tidak terjadi dugaan pelanggaran dan antisipasi kerawanan. Peristiwa hukum Pemilu 2019 lalu menjadi ukuran kerawanan di Kabupaten Sleman.

“Berkaca pada Pemilu 2019 kemarin, perlu antisipasi dengan IKP agar tidak terjadi di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020,” jelas Abdul Karim.

Baca juga :

Jikustik Siap Ciptakan 14 Lagu Baru Sampai Februari
12 Pemkab Bahas Isu “Green Government” di UMY

Terkait TPS rawan, Bawaslu Sleman belum memetakan secara menyeluruh. Hal ini mengingat TPS belum dibuat oleh KPU. Tapi berdasarkan Pemilu 2019, TPS rawan yang perlu diantisipasi agar tidak terjadi konflik horizontal ada di beberapa kecamatan. Khususnya yang mempunyai kerawanan tinggi seperti, TPS di daerah urban, daerah terdampak bencana, daerah perbatasan dan akses ke TPS yang cukup sulit.

“Sementara itu yang menjadi beberapa faktor TPS rawan. Terkait yang lain seperti netralitas ASN dan politik uang,” beber Abdul Karim.

TPS rawan Pilkada 2020, lanjut Karim, kemungkinan hampir sama dengan TPS rawan saat Pilpres 2019 lalu. Hanya saja konteksnya lebih sempit dari TPS saat Pemilu 2019. Pemetaan TPS rawan, lanjut Karim, akan dirampungkan sebelum kampanye. “Tahapan kampanye 11 Juli, jadi untuk pemetaan TPS rawan diperkirakan sebelum tanggal itu sudah ada,” pungkasnya. (Aha)

BERITA TERKAIT