Bawaslu Sleman Temukan Ribuan Kekeliruan Data Pemilih

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sleman menemukan kekeliruan penjumlahan data pemilih ke dalam formulir rekapitulasi sebanyak 3.352 data pemilih. Temuan ini terdapat di dua Kapanewon, yakni di Kapanewon Gamping dan Kapanewon Minggir.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan, angka ini ditemukan saat proses pengawasan pelaksanaan rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) Pemilihan Bupati Sleman di 17 kecamatan. Menurut Karim, kekeliruan penjumlahan itu terdapat pada kolom pemilih A.KWK.

Formulir A.KWK adalah formulir data pemilih yang disusun KPU dan selanjutnya dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di lapangan. Menurut Karim, kekeliruan penjumlahan data pemilih A.KWK di Kapanewon Gamping terjadi di seluruh desa dan seluruh TPS sehingga jumlahnya cukup banyak mencapai 3.351. Sementara di Kapanewon Minggir hanya terdapat kekeliruan 1 angka.

“Kekeliruan penjumlahan pemilih A.KWK di Gamping itu terjadi di Desa Balecatur, Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo,” kata Karim, Jumat (4/9/2020).

Sebelum menghadiri rapat rapat pleno rekapitulasi, Panwaslu Kapanewon Gamping bersama Bawaslu terlebih dahulu mengecek hasil plemo rekapitulasi DPHP tingkat Kalurahan yang dilakukan PPS se-Kapanewon Gamping. Dari hasil pengecekan itu, diketahui terdapat selisih sebanyak 3.351 pemilih yang telah ditetapkan di dalam pleno seluruh PPS dari jumlah yang seharusnya tercatat sebanyak 72.017 pemilih.

“Saat itu, jumlah keseluruhan hasil pleno rekapitulasi di PPS hanya berjumlah 68.486 pemilih,” ujar Karim.

BERITA REKOMENDASI