Belajar Daring di Pengungsian, Tingkat Konsentrasi Menurun

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Meski dalam kondisi di pengungsian, anak-anak di Barak Banjarsari Argomulyo Cangkringan tetap mengikuti pembelajaran online. Namun tak dipungkiri pembelajaran di pengungsian juga menghadapi sejumlah kendala. Khususnya daya konsentrasi anak yang menurun karena banyaknya teman sebaya lainnya.

Salah satu orangtua Wahyu Nur Eksani (28) mengatakan, selama di pengungsian, ia tetap mendampingi anaknya Ulfah Khoirunisa (9) dan Nauval (7) dalam mengerjakan tugas dari sekolahnya SD Muhammadiyah Cepitsari. Menurut Wahyu, meski jaringan internet cukup lancar di barak pengungsian, namun konsentrasi anak jadi agak buyar karena suasana di pengungsian. “Kalau di rumah kan bisa fokus mengerjakan. Sedangkan di sini (barak) banyak anak-anak lain jadi kalau pas mengerjakan tugas kurang konsentrasi. Pengen buru-buru main,” kata Wahyu saat ditemui KR Senin (9/11).

Wahyu mengungkapkan, ia harus membagi waktu untuk mendampingi anak-anaknya belajar. Biasanya Ulfah mengerjakan tugas saat pagi hari. Sedangkan Nauval mengerjalan tugas saat sore hari. “Kalau belajar bareng malah tidak bisa. Untungnya pihak sekolah juga memberi kelonggaran waktu dalam mengumpulkan tugas,” beber Wahyu.
Selama belajar di rumah, biasanya tugas akan diinformasikan di grup Whatsapp. Kemudian tugas dikumpulkan setiap minggu dengan datang langsung ke sekolah.

Salah satu pelajar kelas V yang turut mengungsi Nabila (11) menambahkan, sudah membawa buku pelajaran ke tempat pengungsian. Nabila juga belajar sesuai jadwal dari sekolah. Misalnya untuk hari Senin pukul 09.00 milai belajar Matematika dan PPKN. “Kalau kesulitan dalam mengirimkan tugas tidak ada karena jaringan wifi juga ada,” terang Nabila.

BERITA REKOMENDASI