Belajar Multikultural Islam di Lingkungan Relijius

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak sembilan anggota Asian Youth Academy (AYA) belajar mengenai Islam dan Multikultural di Pondok Pesantren (Ponpes) Aswaja Nusantara Mlangi Nogotirto Gamping Sleman selama tiga hari, 23-25 Juli 2017. Multikultural menjadi isu terkini yang menarik diamati, khususnya di tengah masyarakat yang majemuk.

"Organisasi ini sebagai tempat anak-anak muda di berbagai negara di Asia untuk saling tukar pengetahuan mengenai isu sosial yang sedang terjadi. Selain itu juga wadah belajar isu-isu baru sekaligus mencari formulasi merefleksi dampak isu tersebut di negara masing-masing," tutur pendamping kegiatan tersebut, Melya Findi.

Baca Juga :

UMS Buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam

KH Chalwani, Pancasila Implementasi Syariat Islam

Selain mengadakan diskusi perihal teologi, liberalisme, radikalisme dan multikultural di pesantren, mereka juga melakukan kunjungan langsung ke masyarakat sekitar Mlangi yang terkenal relijius. Hal itu sebagai pengamatan langsung kehidupan warga masyarakat di tengah terus berhembusnya isu-isu terkini saat ini.

Dijelaskan Melya, AYA saat ini diikuti sekitar 60 anggota dari berbagai negara di Asia. Selain di Ponpes Aswaja Nusantara, puluhan anggota lain disebar di berbagai tempat untuk belajar beragam pengetahuan, seperti pertanian organik, ecopreneurship dan lainnya.

Pengasuh Ponpes Aswaja Nusantara Gus Mustafied mengatakan kegiatan ini sebagai wahana belajar bersama tentang berbagai pengetahuan. Sehingga ada forum diskusi untuk beberapa topik diskusi berkaitan dengan teologi, libelarisme dan isu menarik lainnya. (R-7)

BERITA REKOMENDASI