Benih Bawal Merajai Permintaan Ikan di DIY

SLEMAN, KRJOGJA.com – Meningkatnya budidaya perikanan secara nasional di berbagai daerah, membawa dampak positif bagi pembenihan ikan di DIY.  Berdasarkan data dari Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Yogyakarta, tercatat periode 2017 hingga 2018 lalu lintas komoditas perikanan berupa ikan hidup dari DIY ke luar Yogyakarta meningkat signifikan dari 88.807.001 ekor menjadi 110.621.421 ekor atau 24,56%. Lalu lintas komoditas perikanan ikan hidup tersebut, didominasi komoditas berupa benih ikan. 

Kepala Stasiun KIPM Yogyakarta, Hafit Rahman SPi MP mengungkapkan, pengiriman komoditas benih ikan dari DIY ke provinsi lain yang dilakukan tindakan karantina ikan oleh petugas Stasiun KIPM Yogyakarta, antara lain benih ikan bawal air tawar, benih nila merah khususnya jenis nila larasati, patin, lele dumbo sangkuriang dan benih ikan gurami.

"Benih bawal air tawar menduduki peringkat tertinggi jumlah pengiriman yakni pada 2018 sebanyak 33.866.920 ekor dengan
nilai komoditas sekitar Rp 1,2 miliar lebih," jelas Hafit kepada KR, Minggu (2/6).

Untuk menjamin agar benih ikan yang dikirimkan ke daerah lain bebas dari penyakit, Stasiun KIPM Yogyakarta sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pencegahan terjadinya penyebaran hama dan penyakit ikan melalui pelaksanaan tindakan karantina ikan, melaksanakan sertifikasi terhadap komoditas benih ikan yang dikirimkan ke luar DIY. (Ayu) 

BERITA REKOMENDASI