Bento Group Indonesia Beri Bantuan Nakes Shelter Asrama Haji

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bento Group Indonesia, manajemen group salah satu gerai kopi kenamaan di Yogya memberikan bantuan bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di shelter Asrama Haji Sleman, Sabtu (31/07/2021). Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para nakes sebagai garda terdepan dalam perang melawan Covid-19 di tanah air.

Marketing Komunikasi Bento Group Indonesia, Yolanda Aditya mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian manajemen terhadap para nakes. Ia menilai para nakes dengan segala risikonya rela mendampingi pasien Covid-19 untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Risikonya para nakes ini bisa terpapar, bahkan jika tertular akan membahayakan keluargnya. Namun dengan kegigihan dan semangat yang kuat para nakes ini tetap berdiri paling depan dalam upaya menghentikan laju penambahan Covid-19, ini yang patut diberikan apresiasi,” ungkap Yolanda Aditya disela kegiatan.

Yolanda menyadari, suport yang diberikan ini belum mampu menjangkau seluruh nakes di DIY. Namun setidaknya apa yang dilakukan tersebut dapat memantik semangat para pelaku usaha lain untuk dapat berbuat sama guna terus mendukung para nakes.

Menurut Yolanda pandemi ini harus segera berakhir, karena jika terus berkelanjutan maka sektor ekonomi akan semakin terpuruk. Namun demikian sebagai pelaku usaha, manajemen Bento Group Indonesia tetap mendukung apapun program pemerintah dalam upaya menekan laju Covid-19 ini salah satunya melalui Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPK) Level 4.

“Sektor ekonomi dan usaha jelas terdampak, namun memngikuti anjuran pemerintah saat ini merupakan langkah terbaik agar pandemi ini segera berakhir. Jika kita menerapkannya dengan baik, harapannya wabah ini segera hilang dan para pelaku usaha dapat membuka usahanya kembali,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, wujud lain dari komitmen Bento Group Indonesia dalam mendukung program pemerintah yakni dengan telah melakukannya vaksinasi tahap pertama bagi ratusan karyawan. Dengan telah diberikannya vaksinasi maka jika nantinya PPKM Level 4 berakhir dan masyarakat diperbolehkan beraktivitas kembali, maka Bento Group Indonesia dapat segera buka secara penuh serta para karyawan bisa melayani pengunujung kembali dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Dalam kegiatan ini, manajemen Bento Group Indonesia memberikan bantuan berupa paket buah-buahan. Beragam buah-buahan dipilih karena kaya akan vitamin dan bisa meningkatkan imunitas para nakes. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung pemilik Bento Group Indonesia, Hairul Umam Bento dan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman, Raudi Akmal.

Bento Group Indonesia merupakan manajemen membawahi delapan gerai kopi yang ada di Yogya. Delapa gerai tersebut diantanya Bento Kopi, Relasi, Carney, Kopi Nuri, Warunk Ngopi-ngopi, Manhattan, Nilu dan Kopi Sini.

Sementara itu Raudi Akmal dalam menyambut baik apa yang dilakukan oleh manajemen Kopi Bento Indonesia. Kepedulian ini merupakan bagian dari semangat gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sleman.

“Dengan semua keterbatasan dalam situasi dan tantanan seperti saat ini kita harus tetap saling membantu, mulai dari membantu para nakes maupun pasien dalam upaya meminimalisir penularan terhadap Covid-19. Salah satunya memberikan stimulus kepada seluruh nakes yang sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien Covid-19 di Arsama haji ini,” kata Raudi Akmal.

Ia berharap para pengusaha khususnya di wilayah Sleman akan memiliki kepedulian yang besar untuk mengulurkan tangannya bagi nakes maupun pasien Covid-19. Pasalnya shelter Covid-19 di kabupaten ini tak hanya di asrama haji saja, melainkan masih banyak tersebar di beberapa tempat termasuk hingga tingkat kalurahan yang tentunya butuh perhatian bersama.

Sementara itu pengelola asrama haji, Muhammad Ali Mustain mengungkapkan saat ini sekitar 44 pasien Covid-19 tengah menjalani karantina di shelter ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Sleman dan kesemuanya penderita Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

“Kami saling mengingatkan dan memiliki kepedulian bersama di sini. Sejauh ini tak ada kasus pasien yang meninggal dunia di shelter ini, rata-rata para pasien dalam 14 hari telah negatif dan diperbolehkan pulang. Selain itu sejak asrama haji ini ditunjuk sebagai tempat karantina hingga sampai saat ini, tidak ada satu pun nakes yang tertular Covid-19,” ungkapnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI