Berdalih Istri Sudah Digoda, Residivis Lakukan Penganiayaan dan Pencurian

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dua kali masuk bui, AS (22) kembali berurusan dengan polisi karena melakukan pencurian dengan kekerasan. Tak beraksi seorang diri, kali ini pria asal Pandowoharjo Sleman ini mengajak temannya, AA (22) yang tinggal di Cebongan Sleman.

Kapolsek Sleman Kompol Irwiantoro diwakilkan Kanit Reskrim Iptu Eko Haryanto SH MH menjelaskan, AS dan AA sudah berstatus tersangka dan ditahan sejak beberapa waktu lalu. Penangkapan keduanya diawali laporan Iwan (28) warga Salam Magelang yang menjadi korban kejahatan pelaku.

Tindak pidana terjadi Senin (26/07/2021) sekitar pukul 19.30 WIB di Lapangan Denggung. Korban datang ke TKP karena menuruti permintaan tersangka AS yang memintanya bertemu untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Korban datang ke lokasi dengan temannya berboncengan sepeda motor, begitu juga dengan kedua tersangka yang mengendarai motor matik.

“Jadi tersangka AS ini sengaja mengajak bertemu korban, dengan dalih korban sudah mengganggu istri sirinya. Padahal itu tidak benar, itu hanya modus tersangka untuk mencari sasaran,” ungkap Kanit Reskrim, Selasa (03/08/2021).

Setelah sempat mengeluarkan umpatan, tersangka mencabut kunci motor korban dan memukulnya dengan keling. Sambil diancam, tersangka meminta agar korban dan temannya menyerahkan HP milik mereka.

Berhasil menggasak dua HP, para tersangka kabur meninggalkan korban yang terluka di bagian wajah. Sempat berpindah tempat, akhirnya petugas berhasil menangkap kedua tersangka di tempat persembunyiannya di daerah Magelang.

Dari dua HP yang dicuri, petugas baru berhasil menyita satu unit karena satunya sudah dijual sebesar Rp 500.00. Bagi penyidik Polsek Sleman, wajah tersangka AS sudah tidak asing lagi karena sekitar 2018 lalu, pernah ditangkap dalam kasus serupa.

“Tersangka AS sudah dua kali masuk penjara dalam kasus serupa. Satu kasus pernah kami tangani, sedangkan satu kasus ditangani Polres Sleman,” urai Iptu Eko di ruang kerjanya.

Tersangka AS mengaku, saat beraksi ia dan AA dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Bahkan uang hasil penjualan HP, sebagian digunakan untuk membeli minuman keras.

“Saya yang mengajak teman saya ini (tersangka AA) untuk beraksi dan sebelumnya kami terlebih dahulu minum minuman keras,” ujar ayah dari seorang balita ini. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI