Berita Populer Sepekan : Anak Juragan Sembako Tertembus Peluru Sampai Larangan Pengamen Angklung

PERAMPOKAN yang berujung tewasnya anak juragan sembako di Boyolali pada akhir pekan kemarin menarik perhatian pembaca setia KRJOGJA.com. Peristiwa lainnya juga mampu menyedot jumlah pengunjung. Diatantaranya, larangan pengamen angklung di Purworejo. 

Padahal, keberadaan pengamen ini menjamur di beberapa kota lainnya di Jateng-DIY. Berikut beberapa berita terpopuler yang terjadi selama sepekan ini :

Perampok Beraksi, Anak Juragan Sembako Tewas Tertembus Peluru

Tri Darmoko (30), seorang warga Dukuh Krajan Kidul, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, tewas tertembak dalam upaya perampokan yang dilakukan di rumahnya, Sabtu (3/6/2017) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat Suparmo (62) ayah korban yang seorang juragan sembako pulang dari Pasar Cepogo dan sampai di rumahnya sekitar pukul setengah empat sore. Belum sempat masuk rumah, tiba-tiba dia didatangi orang asing yang berusaha merebut tas yang sedang dibawanya.

Melihat hal tersebut, Darmono yang sedang memperbaiki mobil di halaman rumah langsung mencoba membantu ayahnya mempertahankan tas. Naas, pelaku langsung mencabut senjata api dan menembak dada sebelah kiri korban. Melihat korban tersungkur tertembus peluru, para pelaku yang diketahui berjumlah empat langsung kabur meski belum berhasil merebut tas milik ayah korban.

Mengenal Motif Batik Parang

SEBAGAI kekayaan warisan budaya dunia dari tanah air, batik memang sangat cukup dikenal masyarakat. Batik yang dulu diangap kuno namun kini menjadi trend dan melahirkan kebanggan bagi siapa yang mengenakannya.

Motif batik ada berbagai macam sesuai daerah asal maupun ciri pewarnaannya. Sebagai sebuah karya seni, batik memiliki cerita serta makna yang terkandung dalam setiap motifnya. Bahkan tak jarang motif batik juga dijadikan simbol kasta seseorang karena nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.

Diantara berbagai motif batik yang cukup populer dan paling dikenal yakni Parang. Secara umum motif Parang identik dengan beralur miring 45 derajat, bentuk dan corak terus menyambung tanmpa putus dan perpaduan warna yang tegas. Zaman dahulu batik bercorak parang biasanya hanya diperuntukkan para kasta dan penguasa.

Pernah Diancam Akan Dibunuh, Ini Tulisan 'Warisan' Karya Afi

ASA Firda Inayah atau yang akrab disapa Afi, remaja 18 tahun yang dikenal melalui tulisannya berjudul 'Warisan' di dinding facebooknya mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

Menurut pemilik nama pena  Afi Nihaya Faradisa tulisan Warisan lebih pada mengajak pembaca berpikir tentang kebhinekaan Indonesia dan Pancasila yang seharusnya berada di pucuk paling atas memahami kesadaran berbangsa.

"Saya pernah ditelpon orang dan diancam akan dibunuh. Intinya saya diminta berhenti menulis tapi saya tidak takut karena niatan saya baik," ungkapnya selepas menjadi pembicara diskusi kebangsaan di Fisipol UGM Senin (29/5/2017).

SMPN 4 Pakem Tertinggi UN se-DIY

Prestasi membanggakan kembali diukir SMPN 4 Pakem Sleman. Pada Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun ini, sekolah tersebut berhasil memperoleh rerata dengan total nilai 361,88 dan jadi ranking pertama se-DIY.

"Hasil ini kami raih berkat komitmen bersama yang sudah dibangun sejak lama. Namun terpenting adanya penguatan karakter bagi seluruh siswa sejak kelas VII hingga kelas IX," ujar Kepala SMPN 4 Pakem Ponidi SPd disela pengumuman nilai UN di sekolah setempat, Jumat (02/06/2017).

Menurut dia, jika karakter siswa dikuatkan, otomatis mereka akan terbiasa untuk selalu kerja keras. Bagi siswa tak hanya berdampak pada pembelajaran saja tetapi juga di kehidupan sehari-harinya. Dan hasilnya terlihat jelas pada indikator UN kali ini dengan total nilai 361,88.

Ternyata, kunci keberhasilannya ialah adanya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui program School Partnership-Student Exchange atau kerjasama dan pertukaran pelajar dengan SMP Labschool Kebayoran Jakarta yang sudah berjalan sejak 2016. Selama satu tahun itu, kedua sekolah intensif bertukar informasi tentang kegiatan serta pelaksanaan PPK.

Pengamen Angklung Dilarang Beroperasi di Purworejo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melarang aktivitas pengamen angklung di wilayahnya. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purworejo akan menertibkan pengamen yang mangkal di jalanan kota itu.

Pemerintah juga memasang sejumlah rambu larangan mengamen di beberapa sudut kota. "Kami pasang pengumuman agar masyarakat tahu bahwa aktivitas mengamen di jalanan tidak diperbolehkan," ujar Tri Joko Pranoto, Kepala Satpol PP Purworejo saat dihubungi KRJOGJA.com, Senin (29/05/2017).

Operasi penertiban digencarkan Satpol PP sejak setengah bulan terakhir. . Hasilnya, belasan orang tergabung dalam tiga kelompok pengamen yang bermusik menggunakan angklung, diangkut ke markas satuan.

Mereka didapati mangkal di perempatan lampu merah BRI Cabang Purworejo, Toko Hidayat dan simpang SMA 6 Purworejo. Petugas membawa mereka untuk dilakukan pembinaan. (*)

BERITA REKOMENDASI