Berjasa di Berbagai Bidang, Sardjito Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

SLEMAN, KRJOGJA.com – Prof Dr Sardjito, Rektor Pertama UGM yang kini namanya dikenang menjadi nama rumah sakit umum pusat di DIY diusulkan menjadi pahlawan nasional. Sardjito dinilai menjadi sosok yang berjasa bagi bangsa khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan sosok Sardjito merupakan pribadi dikenal pandai, tekun dan memiliki semangat mengembangkan bidang kesehatan dan pendidikan. Bidang kesehatan inilah yang kemudian mengantarkan Sardjito berperan di masa kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan.

“Di masa revolusi fisik yang masih penuh dengan keterbatasan, Sardjito menggagas suplai obat-obatan dan membuat makanan berbagai vaksin serta makanan bervitamin yang dikenal dengan Biskuit Sardjito bagi TNI yang tengah berperang. Belum lagi dedikasi dalam bidang pendidikan ditunjukkan dalam pendirian UGM dan membina generasi muda dalam bidang kesehatan,” ungkapnya dalam seminar pengusulan gelar pahlawan nasional Prof Dr Sardjito, Kamis (25/1/2018).

Panut mengungkap sosok Sardjito mempunyai nilai keteladanan dan pemikiran yang harus dijaga generasi kedepan. Prinsipnya memegang pengabdian dan penelitian yang harus mengarah pada kemanusiaan, menjaga etika penelitian dan perguruan tinggi harus mencerminkan kebudayaan Indonesia menjadi sesuatu yang harus terus dipertahankan dan diingat.

“Perjuangan beliau sangat terlihat dan harus menjadi insipirasi anak-anak muda Indonesia. Karena itulah UGM mengusulkan Prof Dr Sardjito memperoleh gelar pahlawan nasional,” sambung Panut.

Sementara Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyampaikan dukungan penganugerahan gelar pahlawan nasional pada sosok Prof Sardjito. Paku Alam yang mewakili Sri Sultan HB X menilai perjuangan Sardjito semasa hidup sangat berguna bagi bangsa melalui pemikiran dan langkah nyatanya.

“Kami mendukung penganugerahan pahlawan nasional pada Sardjito dan berharap prosesnya bisa lancar. Sardjito telah banyak mendapatkan penghargaan seperti tanda jasa pahlawan hingga bintang mahaputera tingkat I, dan semoga gelar pahlawan nasional bisa melengkapinya,” ungkap Paku Alam. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI