Bersiap IPO, Saraswanti Indoland Gelar Public Expose

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT. Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) menghelat public expose dalam rangka penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan yang modal awalnya hanya Rp 2,5 miliar pada 2010, kini setelah 12 tahun berselang sudah tumbuh menjadi sebuah perusahaan properti ternama dan sehat dengan modal sebesar Rp 100,9 miliar.

Komisaris Utama SWID Noegroho Hari Hardono mengatakan manajemen SWID memutuskan melakukan langkah penting dalam perjalanan bisnisnya dengan melakukan IPO.  SWID merupakan anak perusahaan dari Saraswanti Group. Tujuan utamanya melantai di bursa agar menjadi perusahaan terbuka (go public). Dengan demikian SWID dapat melakukan pengembangan usaha, memberikan kemudahan akses perbankan, meningkatkan citra perusahaan dan menambah nilai perusahaan.

” Penawaran Perdana Saham ini merupakan langkah yang tepat bagi perseroan berkembang lebih cepat dan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi semua stakeholder. IPO ini akan menjadi milestone bagi perseroan dan merupakan strategi bertransformasi menjadi lebih baik dan memastikan keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Direktur Utama SWID Bogat Agus Riyono menyatakan pihak manajemen telah bekerja keras untuk menumbuhkembangkan SWID. Dari IPO tersebut diperoleh memperoleh sumber pendanaan baru untuk pengembangan, baik penambahan modal kerja maupun ekspansi usaha. Hal itulah yang menjadi faktor kendala banyak perusahaan. Dengan menjadi perusahaan publik, kendala pendanaan tersebut akan lebih mudah diselesaikan. IPO sekaligus  memberikan competitive advantage pengembangan usaha.

” Perusahaan akan memperoleh banyak keunggulan kompetitif untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang dengan berstatus perusahaan publik. Misalnya, perusahaan berkesempatan mengajak mitra kerjanya seperti supplier dan buyer untuk menjadi pemegang saham. Sebagai perusahaan publik, emiten dituntut dapat selalu meningkatkan kualitas kerja operasionalnya,” tuturnya.

PT Saraswanti Indoland Development Tbk akan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dan menawarkan harga di kisaran Rp180 hingga Rp200 per saham, sehingga dana yang akan dihimpun diperkirakan mencapai berkisar Rp 61,2 miliar hingga Rp 68 miliar.

Secara bersamaan perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru atau setara  6,74% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penjatahan. Selanjutnya Perseroan menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum perdana saham ini.

” Pasca IPO, kami berkomitmen menyajikan apartemen terbaik akan menjadi daya tarik bagi para prospek baik untuk membeli maupun menyewa. SWID sudah merencanakan pembangunan dua tower di Kawasan Mataram City pada semester kedua 2022. Selanjutnya, perseroan akan mengembangkan proyek landed house di daerah Rawa Pening Jawa Tengah yang akan dimulai di semester kedua 2022,” pungkas Bogat. (Ira)

BERITA REKOMENDASI