Berstatus Tersangka, Begini Bandar Arisan KCA Jalankan Aksinya

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda DIY menetapkan NW (35) warga Bantul sebagai tersangka kasus arisan online. Meskipun tidak ditahan, NW yang berprofesi sebagai seorang ladies club (LC) ini dijerat pasal penipuan dan penggelapan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria SIK menjelaskan, setelah dimintai keteranganya, status NW akhirnya menjadi tersangka.

Dari keterangan NW dan para pelapor, terungkap jika arisan online sudah ada sejak September 2020 hingga Januari 2021 dan berhasil menghimpun dana Rp 5 miliar dari peserta arisan. Dalam menjalankan aksinya, NW yang bertindak sebagai bandar arisan Kim Central Asia (KCA) ini dibantu oleh seorang admin. Arisan ditawarkan melalui grup WhatsApp dengan iming-iming mendapatkan keuntungan hingga 30 persen dan bonus.

“Keuntungan hingga 30 persen diberikan bagi yang mengambil uang arisan belakangan. Selain itu, bonus berupa motor dan mobil serta paket berwisata juga dijanjikan sebagai iming-iming,” ungkap Kombes Burkan saat rilis sehari jelang HUT ke-75 Bhayangkara, Rabu (30/6) di Mapolda DIY.

BERITA REKOMENDASI